Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merangkul toleransi lewat peresmian Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) sebagai bagian dari upaya kerukunan antarumat beragama di Ibu Kota.

"Supaya tidak lagi persoalan sekat-sekat itu ada di Jakarta. Puji syukur Alhamdulillah sambutannya sangat baik sekali," kata Gubernur DKI Pramono Anung dalam peresmian Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, Sabtu.

Pramono menegaskan pentingnya menghadirkan ruang bersama tanpa sekat-sekat sosial di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenang kedekatan dengan wilayah Sulawesi Utara, termasuk saat menjalankan tugas pemerintahan sebelumnya.

Menurut dia, komunitas Minahasa dikenal menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kekerabatan.

Ia berharap peresmian gereja ini menjadi pertanda baik bagi masyarakat Minahasa di berbagai daerah, termasuk diaspora.

“Bapak, ibu, saudara-saudara sekalian, sekali lagi mudah-mudahan ini menjadi pertanda yang baik bagi komunitas Minahasa yang ada di mana saja, termasuk diasporanya,” katanya.

Ia menyampaikan rasa syukur dapat hadir langsung untuk meresmikan gedung tersebut. “Maka dengan demikian, hari ini saya merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk meresmikan, menandatangani gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa,” katanya.

Ia menyampaikan harapan agar pembangunan di wilayah tersebut terus berlanjut dan tetap memperhatikan program-program yang telah direncanakan sebelumnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan gedung KGPM dapat menjadi simbol iman sekaligus persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Acara peresmian kemudian ditutup dengan harapan agar gereja tersebut membawa berkat bagi seluruh masyarakat.

"Sehingga dengan demikian, dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, hari ini gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa atau KGPM saya resmikan, terima kasih, mudah-mudahan Tuhan memberkati kita semua. Terima kasih," katanya.

Peresmian ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman warga Ibu Kota.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI tercatat Jakarta memiliki 1.300 lebih gereja.