DPRD Sulut pertanyakan RPJMD Pendidikan Kesehatan Pariwisata
Kamis, 23 Juni 2016 5:37 WIB
Rapat Pansus DPRD dipimpin Ketua Pansus Adriana Dondokambey (foto jorie darondo) ((1))
Manado, 22/6 (Antara) - Panitia khusus DPRD Sulawesi Utara (Sulut) mempertanyakan Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 terkait pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan pariwisata.
"Mengapa sasaran di bidang pendidikan, kesehatan dan pariwisata tidak fokus atau tidak terarah pada 15 kabupaten dan kota," kata anggota panitia khusus RPJMD DPRD Sulut Ayub Ali pada rapat dengan Pemerintah Provinsi Sulut, di Manado, Rabu,
Sasarannya, kata Ayub hanya terfokus pada beberapa kabupaten dan kota saja tidak seluruhnya.
Ayub mengatakan, sesuai data hanya beberapa kabupaten daerah yakni, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Minahasa Tenggara, Sangihe, Talaud, Sitaro Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Utara dan Minahasa.
Sedangkan Sulut masih ada sejumlah daerah seperti Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, Kota Manado dan lainnya.
"Apakah daerah yang tidak masuk sasaran tersebut, tidak ada permasalahan di bidang pendidikan," kata Ayub.
Ketua Tim Pemerintah Provinsi Sulut Roy Roring mengatakan fokus bukan berarti wilayah lain tidak ada masalah.
"Tetapi ada wilayah prioritas sesuai dengan data-data yang mendukung, serta indikator-indikator yang ada," kata Roring juga Kepala Bappeda Sulut.
Ketua Pansus Adriana Dodokambey mengatakan, rapat tersebut baru merupakan penjelasan awal RPJMD oleh ekskutif.
Hadir pada rapat itu antara lain Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreke Runtu, anggota Pansus Novie James Karinda, Novi Mewengkang, Ayub Ali, Edyson Masengi. ***2***
(T.J009/B/G004/G004) 22-06-2016 21:55:36
"Mengapa sasaran di bidang pendidikan, kesehatan dan pariwisata tidak fokus atau tidak terarah pada 15 kabupaten dan kota," kata anggota panitia khusus RPJMD DPRD Sulut Ayub Ali pada rapat dengan Pemerintah Provinsi Sulut, di Manado, Rabu,
Sasarannya, kata Ayub hanya terfokus pada beberapa kabupaten dan kota saja tidak seluruhnya.
Ayub mengatakan, sesuai data hanya beberapa kabupaten daerah yakni, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Minahasa Tenggara, Sangihe, Talaud, Sitaro Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Utara dan Minahasa.
Sedangkan Sulut masih ada sejumlah daerah seperti Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, Kota Manado dan lainnya.
"Apakah daerah yang tidak masuk sasaran tersebut, tidak ada permasalahan di bidang pendidikan," kata Ayub.
Ketua Tim Pemerintah Provinsi Sulut Roy Roring mengatakan fokus bukan berarti wilayah lain tidak ada masalah.
"Tetapi ada wilayah prioritas sesuai dengan data-data yang mendukung, serta indikator-indikator yang ada," kata Roring juga Kepala Bappeda Sulut.
Ketua Pansus Adriana Dodokambey mengatakan, rapat tersebut baru merupakan penjelasan awal RPJMD oleh ekskutif.
Hadir pada rapat itu antara lain Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreke Runtu, anggota Pansus Novie James Karinda, Novi Mewengkang, Ayub Ali, Edyson Masengi. ***2***
(T.J009/B/G004/G004) 22-06-2016 21:55:36
Pewarta : Jorie M R Darondo
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sulut edukasi sopir bus keselamatan berlalulintas saat "Operasi Samrat 2026"
03 February 2026 7:27 WIB
Dihadiri Wagub Sulut, Bupati Sangihe: Tulude momentum pererat persaudaraan
31 January 2026 19:38 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022