Manado (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I mengoptimalisasi pengelolaan sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan pemerintah pusat.
"Berkaitan dengan visi dan misi Presiden tentang ketahanan air, ketahanan pangan dan ketahanan energi, salah satu tugas kami sebagai Balai Wilayah Sungai adalah melakukan pengelolaan sumber daya air," kata Kepala BWS Sulawesi I, Sugeng Harianto di Manado, Selasa.
Pengelolaan sumber daya air, kata dia, mencakup aspek konservasi, aspek pendayagunaan, dan aspek pengendalian daya rusak.
Sugeng mengatakan ada anomali di BWS Sulawesi I, di mana kegiatan-kegiatan yang awalnya sudah terprogram seperti pembangunan bendungan Sawangan dan revitalisasi Danau Tondano, pengendalian banjir, penyediaan air baku, dialihkan untuk
menyesuaikan dengan visi pemerintah dalam Asta Cita.
"Jadi program-program tersebut kemudian direfokusing untuk menjalankan program Presiden dalam rangka ketahanan pangan," katanya menjelaskan.
Refokusing program mendukung ketahanan pangan, kata dia, tidak hanya terjadi di BWS Sulawesi I, tapi juga di balai-balai lainnya.
"Semua kegiatan yang bersumber dari APBN semuanya diarahkan untuk kegiatan ketahanan pangan," ujarnya.
Pada tahun ini, kata dia, BWS Sulawesi I sedang melakukan rehabilitasi terhadap jaringan irigasi, baik yang ada di Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Utara dan di Kota Kotamobagu.
"Tentu saja ini adalah kegiatan-kegiatan yang mengarah untuk mempertahankan atau mencapai swasembada pangan yang pada akhirnya nanti kepada ketahanan pangan," ujarnya.
Sebagaimana data BWS Sulawesi I yang dipaparkan Sugeng pada September 2025, rehabilitasi daerah irigasi Sangkub Kanan, ouput (hasil) sepanjang 7,5 kilometer dengan outcome (dampak) seluas 1.050 hektare.
Sementara rehabilitasi daerah irigasi Sangkub kiri outputnya sepanjang dua kilometer dan outcomenya seluas 495 hektare.
Sedangkan rehabilitasi daerah irigasi di dataran Kota Kotamobagu, outputnya 8,22 kilometer dengan outcome seluas 717 hektare.