Manado (ANTARA) - North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2023 dinilai mampu meningkatkan investasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Forum ini sangat penting dilakukan karena melihat potensi investasi di Sulut sangat luar biasa," kata Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, di Manado, Selasa.

Dia melihat Sulut bisa menjadi pintu gerbang masuknya aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata di wilayah sekitarnya.

Ia menjelaskan apalagi pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 6,28 persen yang berada di atas angka nasional yakni 5,17 persen.

Juga, katanya, ditunjang pula dengan angka inflasi Sulut yang terkendali.

Dia mengatakan dengan melihat kondisi ini, Sulut harus mendorong aktivitas ekonomi karena tidak akan mempengaruhi angka inflasi.

Ia juga menekankan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif bagi para investor.

NSIF, katanya, menjadi kesempatan penting bagi pertemuan antara pelaku bisnis, pemerintah, dan lembaga keuangan untuk membahas potensi investasi di North Sulawesi dan mencari peluang, kolaborasi yang saling menguntungkan.

Deputi berharap semakin banyak investasi yang masuk ke Sulawesi Utara dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan untuk meningkatkan investasi di Sulut membutuhkan koordinasi antara daerah dan pusat.

Olly menjelaskan apalagi saat ini pengurusan perizinan berinvestasi harus melalui pemerintah pusat, sehingga koordinasi itu sangat penting.

Dia berharap kegiatan NSIF 2023 ini, katanya, akan meningkatkan kinerja investasi di Sulut, apalagi telah terbukanya penerbangan langsung Manado-China dan Jepang serta Korsel.


Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024