Generasi muda didorong untuk memaknai Pancasila
Rabu, 22 Juni 2022 15:24 WIB
Sub Koordinator Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudhiansyah, saat dialong di RRI Sungailiat, Bangka Belitung, Rabu. ANTARA/Kasmono
Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Sub Koordinator Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudhiansyah, mengatakan, generasi muda saat ini perlu didorong untuk memahami dan memaknai Pancasila sebagai dasar negara yang sah.
"Generasi muda sekarang perlu didorong untuk memahami lima butir Pancasila sebagai ideologi negara karena saya melihat terjadi penurunan pemahaman Pancasila pada generasi muda sekarang," katanya, di Sungailiat, Bangka Belitung, saat dialog di RRI, Rabu.
Ia menilai penurunan pemahaman arti Pancasila serta nilai-nilai luhur yang memang sangat berkurang, seperti gotong royong dan sikap sopan santun. Kondisi ini perlu dilakukan pembinaan.
"Ke depan pemerintah akan membangkitkan kembali dalam program pendidikan yang tujuannya agar nilai-nilai Pancasila ini kembali tumbuh," kata dia.
Pancasila sebagai ideologi negara kata dia terdiri dari lima butir yakni nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, nilai kerakyatan dan keadilan yang sudah tumbuh dan berkembang di bangsa ini sejak dahulu.
"Pendiri bangsa,Pancasila menjadi suatu dasar, suatu pedoman hidup bagi bangsa dan masyarakat Indonesia untuk menjalankan kehidupan, pemerintahan, dan sumber-sumber hukum dari Pancasila," jelasnya.
Sementara, dosen Hukum Kriminologi Universitas Bangka Belitung, Rio A Agustian, mengatakan, Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang masih berlaku sampai saat ini, dan juga sebagai dasar negara, semua peraturan hukum baik itu dari tingkat terbawah sampai dengan undang undang, basis yang pertama adalah Pancasila dan tidak boleh keluar dari nilai-nilai tersebut.
"Pedoman ini merupakan nilai-nilai yang diberikan bapak-bapak pendiri bangsa, bahwa negara kita ini harus mempunyai yang namanya pondasi dalam konteks berbangsa dan bernegara," kata dia.
Dasar inilah yang akhirnya harus diterapkan di masyarakat, bangsa Indonesia serta tidak boleh keluar dari Bhinneka Tunggal Ika, suku, agama, ras dan sebagainya. "Kita berada dalam tataran banyak suku, agama dan ras, jadi Pancasila inilah yang berada di tengah-tengahnya," ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Tomohon: Membumikan Pancasila perkuat cinta Tanah Air
Baca juga: Polisi: Kegiatan Khilafatul Muslimin bertentangan dengan ideologi Pancasila
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Generasi muda didorong memahami Pancasila
"Generasi muda sekarang perlu didorong untuk memahami lima butir Pancasila sebagai ideologi negara karena saya melihat terjadi penurunan pemahaman Pancasila pada generasi muda sekarang," katanya, di Sungailiat, Bangka Belitung, saat dialog di RRI, Rabu.
Ia menilai penurunan pemahaman arti Pancasila serta nilai-nilai luhur yang memang sangat berkurang, seperti gotong royong dan sikap sopan santun. Kondisi ini perlu dilakukan pembinaan.
"Ke depan pemerintah akan membangkitkan kembali dalam program pendidikan yang tujuannya agar nilai-nilai Pancasila ini kembali tumbuh," kata dia.
Pancasila sebagai ideologi negara kata dia terdiri dari lima butir yakni nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, nilai kerakyatan dan keadilan yang sudah tumbuh dan berkembang di bangsa ini sejak dahulu.
"Pendiri bangsa,Pancasila menjadi suatu dasar, suatu pedoman hidup bagi bangsa dan masyarakat Indonesia untuk menjalankan kehidupan, pemerintahan, dan sumber-sumber hukum dari Pancasila," jelasnya.
Sementara, dosen Hukum Kriminologi Universitas Bangka Belitung, Rio A Agustian, mengatakan, Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang masih berlaku sampai saat ini, dan juga sebagai dasar negara, semua peraturan hukum baik itu dari tingkat terbawah sampai dengan undang undang, basis yang pertama adalah Pancasila dan tidak boleh keluar dari nilai-nilai tersebut.
"Pedoman ini merupakan nilai-nilai yang diberikan bapak-bapak pendiri bangsa, bahwa negara kita ini harus mempunyai yang namanya pondasi dalam konteks berbangsa dan bernegara," kata dia.
Dasar inilah yang akhirnya harus diterapkan di masyarakat, bangsa Indonesia serta tidak boleh keluar dari Bhinneka Tunggal Ika, suku, agama, ras dan sebagainya. "Kita berada dalam tataran banyak suku, agama dan ras, jadi Pancasila inilah yang berada di tengah-tengahnya," ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Tomohon: Membumikan Pancasila perkuat cinta Tanah Air
Baca juga: Polisi: Kegiatan Khilafatul Muslimin bertentangan dengan ideologi Pancasila
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Generasi muda didorong memahami Pancasila
Pewarta : Kasmono
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo perintahkan TNI kawal jaksa untuk sita 100 hektar lahan sawit ilegal
16 October 2025 6:17 WIB
Polres Bangka Barat ungkap lima kasus peredaran-penyalahgunaan narkotika
10 March 2023 10:23 WIB, 2023
Pemkab Bangka Barat-Kantor Bea Cukai berantas peredaran rokok tanpa cukai
31 May 2022 11:52 WIB, 2022
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Ekonomi di Antara Riuh Pasar, Membaca Pertumbuhan Sulawesi Utara 5,39 persen
16 December 2025 21:08 WIB