Vaksinasi kanker serviks berskala nasional digelar mulai 2023
Jumat, 22 April 2022 11:48 WIB
Tangkapan layar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kiri) didampingi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu saat menyampaikan konferensi pers virtual dalam rangka peringatan Puncak Hari Imunisasi Sedunia 2022 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Jumat (22/4/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi human papillomavirus (HPV) untuk pencegahan kanker serviks diperluas hingga skala nasional mulai 2023.
"Saya minta tahun depan sudah 100 persen," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual dalam rangka peringatan Puncak Hari Imunisasi Sedunia 2022 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Jumat.
Budi mengatakan studi terkait vaksinasi HPV sudah dilakukan cukup lama dan hasilnya baik untuk mencegah risiko kanker serviks, sehingga sudah saatnya program tersebut diterapkan secara masif di Indonesia.
Baca juga: Kapolda Sulut tinjau "Gerakan 1 Juta Vaksin Booster" di Kantor Kemenag Kota Manado
Vaksinasi HPV di Indonesia baru dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021, lalu diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini.
"Seperti di daerah Yogyakarta sudah dilakukan dan hasilnya baik. Kita ingin supaya ini (vaksinasi HPV) cepat diluncurkan secara nasional untuk menekan kematian ibu yang disebabkan kanker serviks, karena kematiannya semakin lama semakin naik," katanya.
Program vaksinasi HPV menyasar kelompok masyarakat dari kalangan siswi kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Sebab sesuai aturan, vaksin diberikan sebelum peserta mengalami masa menstruasi.
"Kalau sudah menstruasi, dia (vaksin HPV) jadi tidak efektif untuk bisa mengurangi prevalensi kanker serviks. Itu sebabnya kita kejar pemberiannya ke seluruh anak di usia kelas 5 dan 6 SD," katanya.
Dalam acara yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pada tahun ini program vaksinasi HPV kembali diperluas dengan menambah cakupan peserta dari delapan provinsi.
"Kita perluas tahun ini dengan menambah delapan provinsi, empat provinsi di Jawa plus Bali dan tiga provinsi di Sulawesi yang kami targetkan punya prevalensi kanker serviks terbanyak," katanya.
Baca juga: Realisasi pelayanan vaksinasi narapidana di Sumsel capai 91,8 persen
"Saya minta tahun depan sudah 100 persen," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual dalam rangka peringatan Puncak Hari Imunisasi Sedunia 2022 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Jumat.
Budi mengatakan studi terkait vaksinasi HPV sudah dilakukan cukup lama dan hasilnya baik untuk mencegah risiko kanker serviks, sehingga sudah saatnya program tersebut diterapkan secara masif di Indonesia.
Baca juga: Kapolda Sulut tinjau "Gerakan 1 Juta Vaksin Booster" di Kantor Kemenag Kota Manado
Vaksinasi HPV di Indonesia baru dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021, lalu diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini.
"Seperti di daerah Yogyakarta sudah dilakukan dan hasilnya baik. Kita ingin supaya ini (vaksinasi HPV) cepat diluncurkan secara nasional untuk menekan kematian ibu yang disebabkan kanker serviks, karena kematiannya semakin lama semakin naik," katanya.
Program vaksinasi HPV menyasar kelompok masyarakat dari kalangan siswi kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Sebab sesuai aturan, vaksin diberikan sebelum peserta mengalami masa menstruasi.
"Kalau sudah menstruasi, dia (vaksin HPV) jadi tidak efektif untuk bisa mengurangi prevalensi kanker serviks. Itu sebabnya kita kejar pemberiannya ke seluruh anak di usia kelas 5 dan 6 SD," katanya.
Dalam acara yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pada tahun ini program vaksinasi HPV kembali diperluas dengan menambah cakupan peserta dari delapan provinsi.
"Kita perluas tahun ini dengan menambah delapan provinsi, empat provinsi di Jawa plus Bali dan tiga provinsi di Sulawesi yang kami targetkan punya prevalensi kanker serviks terbanyak," katanya.
Baca juga: Realisasi pelayanan vaksinasi narapidana di Sumsel capai 91,8 persen
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag dan Pemkot Manado bersinergi sukseskan imunisasi HPV pada anak
04 October 2024 13:41 WIB, 2024
Kemenkes dan MSD tingkatkan capaian imunisasi HPV Sulut pada BIAS 2024
01 August 2024 17:32 WIB, 2024
Pemkab Minahasa laksanakan vaksinasi siswa perempuan cegah kanker serviks
19 October 2022 17:44 WIB, 2022
Terpopuler - Politik dan Hukum
Lihat Juga
Bareskrim Polri tahan petinggi Dana Syariah Indonesia dugaan pencucian uang
10 February 2026 9:18 WIB
KSAD: Presiden ingatkan pimpinan beri penghargaan untuk prajurit berprestasi
10 February 2026 4:53 WIB