Pendidikan maju cetak generasi muda berkwalitas
Senin, 27 Mei 2013 21:21 WIB
Ilustrasi - Ujian Nasional (UN) SMA/SMK sederajat. (Foto ist/Guntur) (.)
Manado, (ANTARA Sulut) - Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Sinyo H Sarundajang mengatakan, majunya dunia pendidikan akan mencetak generasi muda Indonesia yang berkwalitas.
"Ketika mereka lulus dari bangku pendidikan tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Hal ini dikarenakan bekal pendidikan diserap dengan baik dan memampukan mereka bekerja sesuai tuntutan kerja," kata Gubernur, di Manado, Senin.
Gubernur mengatakan, ada beberapa pilar yang harus ditingkatkan agar pendidikan di daerah ini maju pesat yaitu mutu pendidikan, perluasan dan pemerataan akses pendidikan, relevansi dan daya saing pendidikan, serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan," katanya.
Gubernur menjelaskan, angka partisipasi kasar (APK) tingkat SD mencapai 103,86 persen dan tingkat SMP sebesar 109,63 persen, sementara SMA/SMK terus mengalami peningkatan menjadi 87,16 persen.
Kemampuan daya saing yang mampu diserap pasar kerja menurut gubernur, dapat dilihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini terus menurun hingga mencapai 7,19 persen.
Sementara sisi jumlah, selama satu semester pencari kerja berkurang 2.500 orang ribu orang dihitung dari jumlah angkatan kerja pada Februari 2013 sebanyak 1,089 juta orang.
"Pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan mutu dan membuka akses bagi seluruh warga terhadap pendidikan," ungkapnya.
Dari hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang serentak diumumkan pada Kamis (23/5) lalu, presentasi kelulusan di Sulut mencapai 99 %, dengan perincian sebanyak 13.088 siswa SMK dan 15.365 siswa SMA/MA.
28.453 siswa yang dinyatakan lulus ini diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pyang lebih tinggi di universitas, atau mencari pekerjaan setelah mendapatkan bekal pendidikan di sekoilah kejuruan.
(guntur/@antarasulut.com)
"Ketika mereka lulus dari bangku pendidikan tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Hal ini dikarenakan bekal pendidikan diserap dengan baik dan memampukan mereka bekerja sesuai tuntutan kerja," kata Gubernur, di Manado, Senin.
Gubernur mengatakan, ada beberapa pilar yang harus ditingkatkan agar pendidikan di daerah ini maju pesat yaitu mutu pendidikan, perluasan dan pemerataan akses pendidikan, relevansi dan daya saing pendidikan, serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan," katanya.
Gubernur menjelaskan, angka partisipasi kasar (APK) tingkat SD mencapai 103,86 persen dan tingkat SMP sebesar 109,63 persen, sementara SMA/SMK terus mengalami peningkatan menjadi 87,16 persen.
Kemampuan daya saing yang mampu diserap pasar kerja menurut gubernur, dapat dilihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini terus menurun hingga mencapai 7,19 persen.
Sementara sisi jumlah, selama satu semester pencari kerja berkurang 2.500 orang ribu orang dihitung dari jumlah angkatan kerja pada Februari 2013 sebanyak 1,089 juta orang.
"Pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan mutu dan membuka akses bagi seluruh warga terhadap pendidikan," ungkapnya.
Dari hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang serentak diumumkan pada Kamis (23/5) lalu, presentasi kelulusan di Sulut mencapai 99 %, dengan perincian sebanyak 13.088 siswa SMK dan 15.365 siswa SMA/MA.
28.453 siswa yang dinyatakan lulus ini diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pyang lebih tinggi di universitas, atau mencari pekerjaan setelah mendapatkan bekal pendidikan di sekoilah kejuruan.
(guntur/@antarasulut.com)
Pewarta : Oleh Karel A Polakitan
Editor : Guntur Bilulu
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Silaturahim Parpol tergabung KIM untuk peringati satu tahun pilpres
14 February 2025 13:45 WIB, 2025
Steven Kandouw-Denny Tuejeh janji bawa Sulut maju dengan sejumlah program unggulan
10 October 2024 9:40 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Rakercab DPC ADAKSI Unima dorong dosen berintegritas-berdaya saing digital
17 February 2026 18:51 WIB