Nilai Tukar Petani di Sulut selama Maret 2022 turun
Senin, 4 April 2022 22:45 WIB
Kepala BPS Sulut Asim Saputra, di Manado, Senin (4/4/2022).ANTARA/NANCY LYNDA TIGAUW. (1)
Manado (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara menyatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi tersebut pada bulan Maret 2022 turun 0,79 persen dan menjadi 110,04 dibandingkan dengan bulan Februari yang masih 110,91
Kepala BPS Sulut Asim Saputra, di Manado, Senin mengatakan menurunnya NTP berasal dari dua arah, dari penurunan Indeks Harga yang di terima Petani (It) dan kenaikan Indeks Harga yang di bayar Petani (Ib).
It turun 0,25 persen menjadi 121,39 sementara Ib naik 0,54 menjadi 110,31.
Menurut tahun kalender 2022, NTP turun 0,43 persen, sedangkan menurut YoY (tahun ke tahun) masih naik 7,59 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sejalan dengan NTP yang mengalami penurunan. NTUP turun 0,50 persen, dari nilai 111,43 di bulan Februari menjadi 110,87 di bulan Maret.
Perkembangan NTP Sulawesi Utara mulai bulan November 2020 sudah menunjukkan nilai diatas 100, keadaan ini menunjukan tingkat daya beli petani secara umum sudah lebih baik dibanding kondisi pada tahun 2018 (tahun dasar).
Dari hasil pemantauan harga komoditi di perdesaan, secara umum dapat dijelaskan penurunan NTP sebesar 0,79 persen berasal dari penurunan It yang mencapai 0,25 persen sementara Ib naik 0,54.
Data NTP menurut sektoral, hanya satu subsektor saja yang mengalami kenaikan NTP yakni Hortikultura yang naik 1,15 persen sementara subsektor lainnya terjadi penurunan.
Subsektor yang mengalami penurunan tertinggi dialami oleh Perkebunan Tanaman Rakyat yang mencapai 1,35 persen.
"Dominannya NTP subsektor mengalami penurunan lebih dipengaruhi oleh Inflasi yang terjadi di perdesaan," jelasnya.
Kepala BPS Sulut Asim Saputra, di Manado, Senin mengatakan menurunnya NTP berasal dari dua arah, dari penurunan Indeks Harga yang di terima Petani (It) dan kenaikan Indeks Harga yang di bayar Petani (Ib).
It turun 0,25 persen menjadi 121,39 sementara Ib naik 0,54 menjadi 110,31.
Menurut tahun kalender 2022, NTP turun 0,43 persen, sedangkan menurut YoY (tahun ke tahun) masih naik 7,59 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sejalan dengan NTP yang mengalami penurunan. NTUP turun 0,50 persen, dari nilai 111,43 di bulan Februari menjadi 110,87 di bulan Maret.
Perkembangan NTP Sulawesi Utara mulai bulan November 2020 sudah menunjukkan nilai diatas 100, keadaan ini menunjukan tingkat daya beli petani secara umum sudah lebih baik dibanding kondisi pada tahun 2018 (tahun dasar).
Dari hasil pemantauan harga komoditi di perdesaan, secara umum dapat dijelaskan penurunan NTP sebesar 0,79 persen berasal dari penurunan It yang mencapai 0,25 persen sementara Ib naik 0,54.
Data NTP menurut sektoral, hanya satu subsektor saja yang mengalami kenaikan NTP yakni Hortikultura yang naik 1,15 persen sementara subsektor lainnya terjadi penurunan.
Subsektor yang mengalami penurunan tertinggi dialami oleh Perkebunan Tanaman Rakyat yang mencapai 1,35 persen.
"Dominannya NTP subsektor mengalami penurunan lebih dipengaruhi oleh Inflasi yang terjadi di perdesaan," jelasnya.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
BI harapkan Pemkab Sangihe optimalkan penerimaan daerah melalui kanal digital
02 February 2026 10:03 WIB
Anggota DPR nilai perampingan BUMN ciptakan efisiensi Rp50 triliun tanpa PHK
02 February 2026 6:03 WIB
Airlangga: Pesan Presiden agar SRO jaga operasional bursa di tengah transisi
01 February 2026 7:48 WIB