Kotak hitam kedua pesawat China Eastern ditemukan
Minggu, 27 Maret 2022 12:56 WIB
Tim penyelamat membawa potongan puing pesawat di lokasi inti jatuhnya pesawat China Eastern Airlines di wilayah Tengxian, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, Jumat (25/3/2022). ANTARA FOTO/Xinhua/Zhou Hua/wsj.
Beijing (ANTARA) - Kotak hitam kedua dari pesawat China Eastern Airlines yang jatuh di perbukitan Daerah Otonomi Guangxi berhasil ditemukan di titik lokasi kejadian pada Minggu pagi, seperti disampaikan Pusat Tanggap Darurat Nasional China.
Kotak hitam kedua tersebut ditemukan terpendam di kedalaman 1,5 meter lapisan tanah perbukitan Kabupaten Tengxian, Guangxi.
Pesawat jenis Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines jatuh dalam posisi vertikal dari ketinggian hampir 9.000 meter dan menghunjam ke tanah perbukitan di wilayah selatan China itu pada Senin (21/3).
Pesawat penumpang domestik bernomor penerbangan MU-5737 tersebut jatuh dalam perjalanan dari Kunming, Provinsi Yunnan, menuju Guangzhou, Provinsi Guangdong.
Kotak hitam pertama telah ditemukan petugas pada Rabu (23/3) malam dan telah dikirimkan ke Beijing untuk dipelajari lebih lanjut.
Kedua kotak hitam berisi data terakhir penerbangan dan rekaman percakapan di kokpit.
Data-data yang terekam bakal mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan udara terburuk di China dalam 12 tahun terakhir itu.
Sementara itu, otoritas setempat pada Sabtu (26/3) malam secara resmi mengumumkan bahwa 132 orang di dalam pesawat nahas yang terdiri dari 123 orang penumpang dan sembilan kru dinyatakan tewas.
Sebanyak 114 jasad penumpang dan enam awak telah berhasil diidentifikasi.
Kotak hitam kedua tersebut ditemukan terpendam di kedalaman 1,5 meter lapisan tanah perbukitan Kabupaten Tengxian, Guangxi.
Pesawat jenis Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines jatuh dalam posisi vertikal dari ketinggian hampir 9.000 meter dan menghunjam ke tanah perbukitan di wilayah selatan China itu pada Senin (21/3).
Pesawat penumpang domestik bernomor penerbangan MU-5737 tersebut jatuh dalam perjalanan dari Kunming, Provinsi Yunnan, menuju Guangzhou, Provinsi Guangdong.
Kotak hitam pertama telah ditemukan petugas pada Rabu (23/3) malam dan telah dikirimkan ke Beijing untuk dipelajari lebih lanjut.
Kedua kotak hitam berisi data terakhir penerbangan dan rekaman percakapan di kokpit.
Data-data yang terekam bakal mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan udara terburuk di China dalam 12 tahun terakhir itu.
Sementara itu, otoritas setempat pada Sabtu (26/3) malam secara resmi mengumumkan bahwa 132 orang di dalam pesawat nahas yang terdiri dari 123 orang penumpang dan sembilan kru dinyatakan tewas.
Sebanyak 114 jasad penumpang dan enam awak telah berhasil diidentifikasi.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kotak hitam pesawat bertabrakan dengan helikopter di Washington ditemukan
31 January 2025 14:57 WIB, 2025
Tumpahan minyak di Laut Hitam, Presiden Putin minta percepat pengendalian
10 January 2025 9:56 WIB, 2025
Sinopsis Film "Mariara": Kisah praktik penggunaan ilmu hitam di Minahasa
26 November 2024 10:59 WIB, 2024
Kalah dari Liverpool, Bruno Fernandes: MU tak perlu cari kambing hitam
02 September 2024 15:47 WIB, 2024
Pemilik rekening judi online bisa masuk daftar hitam lembaga jasa keuangan
09 August 2024 16:18 WIB, 2024
Sinopsis Film - "Suanggi: Ilmu Terkutuk", misteri ilmu hitam dari tanah Papua
29 May 2024 12:47 WIB, 2024
Hasto: Tim Ganjar-Mahfud tak akan gunakan kampanye hitam untuk menang
19 November 2023 6:01 WIB, 2023
Terpopuler - Sulut Update
Lihat Juga
Dihadiri Wagub Sulut, Bupati Sangihe: Tulude momentum pererat persaudaraan
31 January 2026 19:38 WIB
Dankodaeral VIII kunjungi Talaud, masalah melibatkan prajurit TNI AL ditangani tegas
28 January 2026 6:15 WIB