DPRD OKU mendorong pemda terbitkan Perda Prokes
Rabu, 16 Maret 2022 10:10 WIB
Ilustrasi protokol kesehatan. (ANTARA/HO/22)
Baturaja (ANTARA) - DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mendorong pemerintah daerah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Protokol Kesehatan (Prokes) agar masyarakat mematuhi aturan pencegahan penyebaran COVID-19.
"Perda tentang Prokes ini sebagai payung hukum untuk ditegakkan di Kabupaten OKU," kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Yopi Sahrudin di Baturaja, Rabu.
Dia menjelaskan Perda Prokes yang diusulkan itu dibentuk untuk melindungi masyarakat dari penyebaran COVID-19.
"Belum adanya Perda tentang Prokes membuat masyarakat masih banyak yang menganggap enteng protokol kesehatan," tegasnya.
Dengan adanya perda, katanya, maka dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 5M yang dianjurkan pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Dengan adanya penegakan mematuhi prokes COVID-19, kata dia, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan tersebut.
"Perda Prokes sudah diterapkan di beberapa darah, salah satunya Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dan hasilnya memang cukup signifikan dalam mengendalikan penyebaran COVID-19," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkab OKU agar membentuk Perda Prokes dengan harapan penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan secara maksimal, harapnya.
"Dengan adanya aturan yang memiliki payung hukum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi prokes," ujarnya.
"Perda tentang Prokes ini sebagai payung hukum untuk ditegakkan di Kabupaten OKU," kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Yopi Sahrudin di Baturaja, Rabu.
Dia menjelaskan Perda Prokes yang diusulkan itu dibentuk untuk melindungi masyarakat dari penyebaran COVID-19.
"Belum adanya Perda tentang Prokes membuat masyarakat masih banyak yang menganggap enteng protokol kesehatan," tegasnya.
Dengan adanya perda, katanya, maka dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 5M yang dianjurkan pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Dengan adanya penegakan mematuhi prokes COVID-19, kata dia, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan tersebut.
"Perda Prokes sudah diterapkan di beberapa darah, salah satunya Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dan hasilnya memang cukup signifikan dalam mengendalikan penyebaran COVID-19," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkab OKU agar membentuk Perda Prokes dengan harapan penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan secara maksimal, harapnya.
"Dengan adanya aturan yang memiliki payung hukum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi prokes," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Tomohon ajak disiplin terapkan prokes menuju transisi endemi COVID-19
03 January 2023 10:07 WIB, 2023
Masyarakat diajak terapkan prokes meski kasus baru COVID-19 menurun
12 December 2022 14:54 WIB, 2022
Satgas COVID-19 Sangihe imbau warga rayakan Natal patuhi protokol kesehatan
09 December 2022 4:39 WIB, 2022
Satgas meminta warga disiplin prokes meski kasus baru COVID-19 turun
18 November 2022 7:01 WIB, 2022
Penjabat Bupati Sangihe kembali mengingatkan warga agar mematuhi prokes
30 August 2022 4:29 WIB, 2022
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022