Manado, (Antara Sulut) - Pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota diminta melestarikan burung yang menjadi endemik di suatu daerah karena menjadi salah daya tarik wisatawan asing berkunjung di suatu daerah.
"Ada perubahan pola wisatawan yang datang berkunjung ke daerah, termasuk di Sulawesi Utara. Banyak di antara wisatawan yang makin menyukai pemotretan burung, terutama yang hanya hidup dan berkembang (endemik) di suatu daerah," kata Mochammad Naliko, salah satu pemandu wisata di Manado, Selasa.
Naliko mengatakan dari beberapa grup turis yang dia tangani, sebagian di antaranya memilih berkunjung ke kawasan yang banyak terdapat burung khas daerah tersebut, untuk dipotret.
"Dengan peralatan kamera canggih, para turis mengabadikan semua burung endemik yang ada di suatu daerah," kata Naliko.
Menyusul minat yang tinggi dari para turis untuk melakukan pemotretan burung khas daerah, pemerintah diminta untuk menjaga kelestariannya.
Kelestarian burung harus menjadi perhatian agar tidak dibabat masyarakat, karena ada sebagian masyarakat yang hobi menembak burung.
"Bila burung endemik mampu dilestarikan, maka optimistis akan mendorong kunjungan turis ke daerah ini lebih tinggi pada masa mendatang," katanya.
Para turis yang hobi memotret burung, biasanya tingkat ekonominya cukup baik, terlihat pada kamera yang digunakan sebagian di antaranya merek terkenal dengan harga hingga ratusan juta rupiah.
"Wisatawan yang mengabadikan burung khas daerah tersebut, sangat senang jika mampu memotret burung unik yang hanya ada dan hidup di suatu kawasan," kata Naliko.
(guntur/@antarasulutcom)
"Ada perubahan pola wisatawan yang datang berkunjung ke daerah, termasuk di Sulawesi Utara. Banyak di antara wisatawan yang makin menyukai pemotretan burung, terutama yang hanya hidup dan berkembang (endemik) di suatu daerah," kata Mochammad Naliko, salah satu pemandu wisata di Manado, Selasa.
Naliko mengatakan dari beberapa grup turis yang dia tangani, sebagian di antaranya memilih berkunjung ke kawasan yang banyak terdapat burung khas daerah tersebut, untuk dipotret.
"Dengan peralatan kamera canggih, para turis mengabadikan semua burung endemik yang ada di suatu daerah," kata Naliko.
Menyusul minat yang tinggi dari para turis untuk melakukan pemotretan burung khas daerah, pemerintah diminta untuk menjaga kelestariannya.
Kelestarian burung harus menjadi perhatian agar tidak dibabat masyarakat, karena ada sebagian masyarakat yang hobi menembak burung.
"Bila burung endemik mampu dilestarikan, maka optimistis akan mendorong kunjungan turis ke daerah ini lebih tinggi pada masa mendatang," katanya.
Para turis yang hobi memotret burung, biasanya tingkat ekonominya cukup baik, terlihat pada kamera yang digunakan sebagian di antaranya merek terkenal dengan harga hingga ratusan juta rupiah.
"Wisatawan yang mengabadikan burung khas daerah tersebut, sangat senang jika mampu memotret burung unik yang hanya ada dan hidup di suatu kawasan," kata Naliko.
(guntur/@antarasulutcom)