FPDIP minta Pemprov tetapkan UMP secara arif
Rabu, 21 November 2012 18:20 WIB
Suasana Rapat Paripura DPRD Sulut, Rabu (21/11) (Foto:jorie Darondo) ((1))
Manado, (Antara Sulut) - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPRD Sulawesi Utara meminta, pemerintah provinsi setempat dalam menetapkan upah minimum provinsi (UMP) agar dilakukan secara arif dan bijaksana.
Juru Bicara FPDIP, Andrew Angouw di Manado, Rabu, mengatakan, pihaknya minta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2013, secara arif dan bijaksana tanpa dipengaruhi pihak-pihak tertentu atau maksud lainnya diluar kesejahteraan seluruh masyarakat Sulut,"
"UMP bukan hanya mempengaruhi buruh dan pengusaha," kata Angow pada rapat paripurna pemandangan umum fraksi DPRD Sulut terkait dengan APBD 2013.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulut Meiva Salindeho dan dihadiri antara lain Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sulut.
Andrew Angouw mengatakan, UMP tersebut bukan untuk memenangkan yang satu dan mengalahkan yang lain.
Penetapan UMP tersebut harus menjadi kemenangan seluruh masyarakat di provionsi tersebut.
"UMP dapat mempengaruhi berbagai aspek seperti kesejahteraan, mempengaruhi inflasi, pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, etos kerja dan perpindahan penduduk," katanya.
Sebeluamnya terkait dengan UMP tersebut, Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Harold Monareh mengatakan pembahasan terhadap UMP itu dilakukan dewan pengupahan propinsi Sulut.
"Banyak komponen yang harus dinilai untuk dipertimbangkan dalam UMP tersebut,@antarasulut.com
Juru Bicara FPDIP, Andrew Angouw di Manado, Rabu, mengatakan, pihaknya minta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2013, secara arif dan bijaksana tanpa dipengaruhi pihak-pihak tertentu atau maksud lainnya diluar kesejahteraan seluruh masyarakat Sulut,"
"UMP bukan hanya mempengaruhi buruh dan pengusaha," kata Angow pada rapat paripurna pemandangan umum fraksi DPRD Sulut terkait dengan APBD 2013.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulut Meiva Salindeho dan dihadiri antara lain Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sulut.
Andrew Angouw mengatakan, UMP tersebut bukan untuk memenangkan yang satu dan mengalahkan yang lain.
Penetapan UMP tersebut harus menjadi kemenangan seluruh masyarakat di provionsi tersebut.
"UMP dapat mempengaruhi berbagai aspek seperti kesejahteraan, mempengaruhi inflasi, pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, etos kerja dan perpindahan penduduk," katanya.
Sebeluamnya terkait dengan UMP tersebut, Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Harold Monareh mengatakan pembahasan terhadap UMP itu dilakukan dewan pengupahan propinsi Sulut.
"Banyak komponen yang harus dinilai untuk dipertimbangkan dalam UMP tersebut,@antarasulut.com
Pewarta : Jorie Darondo
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengacara minta kliennya terdakwa perintangan hukum di Setwan Bitung dibebaskan
30 January 2026 14:45 WIB
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Prabowo minta pengelolaan minerba dikelola optimal tingkatkan pendapatan Negara
29 January 2026 5:14 WIB
Rentetan performa buruk, Guardiola minta timnya Manchester City harus bangkit
24 January 2026 5:57 WIB
Gibran turun langsung tinjau banjir dan minta prioritaskan kesehatan warga
19 January 2026 19:33 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022