GS Vicky Lumentut resmi melepaskan status PNS setelah resmi dipilih sebagai Ketua Partai Demokrat Sulut, pada Musda yang digelar di Hotel Peninsula Manado, 6-7 April 2011 lalu.

Bersaing bersama Gubernur Sulut SH Sarundajang dan pengusaha/pengacara sukses Henny Wullur, Lumentut mampu meraih 11 suara dari utusan DPC dan satu suara dari DPP.

Berbagai sumber resmi menyebutkan kemenangan Lumentut tidak lepas dari peran mantan Sekjen DPP Partai Demokrat yang juga sekarang Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) EE Mangindaan, seiring dengan pro dan kontran pelaksanaan pada hari H.

Sebenarnya kemenangan Lumentut pada Musda Partai Demokrat itu, bukan soal kejutan baru di dunia politik, setelah lama berkarir sebagai birokrat sukses dari era EE Mangindaan hingga SH Sarundajang. Melainkan dua tugas penting akan dijalani putra Remboken itu.

Pertama, dengan amanat suara rakyat pada Pilkada 2010 lalu dipercayakan sebagai Wali Kota Manado bersama dengan pasangan sehatinya, Harley Mangindaan serta tugas kedua, memenangkan konsolidasi dan pemilu 2014 mendatang.

"Saya masih berpikir panjang dua tugas utama dihadapi Pak Vicky ke depan. Terutama kondisi Manado semakin banyak tantangan," kata pengamat Politik dari Unsrat Manado Ferry Liando.

Tolak ukur kemenangan Partai Demokrat pada tahun 2014 mendatang akan ditentukan oleh kemampuan manajerial dan kepemimpinan Lumentut mengendalikan Kota Manado, menjadi lebih baik dan sejahtera.

Kota Manado sudah lama dikenal dengan kesemerawutan lalu lintas yang ada. Kemacetan sudah mulai menghampiri daerah itu setelah ibukota Jakarta. Minimnya perkembangan pembangunan fisik dan sebagainya.

"Diharapkan memang dengan terpilihnya pak Lumentut sebagai ketua salah satu parpol, tidak melunturkan tugas-tugas penting di Manado. Bahkan bisa menjadi sumber motivasi untuk meraih lebih baik," kata Fernando Sandala, salah satu jurnalis di Manado.

Kembali ke hasil Musda Partai Demokrat Sulut, bagi siapapun di daerah ini pasti akan menyebut Lumentut merupakan kader baru di dunia politik, setelah lama berkarir sebagai PNS.

Kekalahan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang pada Musda Partai Demokrat Sulut itu bisa membuat pamor dirinya turun di mata publik, sementara pamor Lumentut bisa terdongkrak.

"Apapun alasan SHS kepada publik soal Musda Partai Demokrat, tetap dirinya dianggap sudah kalah dari kandidat lainnya Vicky Lumentut pada Musda itu," kata pengamat politik dari Unsrat Manado, Fanley Pangemanan.

Menurut staf pengajar FISIP Unsrat itu, alasan diberikan SHS bahwa dirinya menyatakan mundur pada perebutan kursi ketua Partai Demokrat Sulut bisa diterima secara positif, hanya saja dengan raihan tiga suara tetap dianggap publik kalah telak.

"Bisa jadi kekuatan dan strategi yang digalang oleh SHS sejak awal memang tidak jalan optimal, sehingga dirinya akui tidak bisa bersaing lagi," jelas kandidat Doktor dari Universitas Padjajaran Bandung itu.

Apalagi SHS sendiri pada tahun 2014 mendatang sudah tidak memiliki kepentingan politik besar lagi karena sudah dua periode sebagai Gubernur Sulut, kemudian faktor usia turut mempengaruhinya.

Sementara itu Lumentut merupakan figur baru yang dianggap memiliki prospek politik untuk membesarkan Partai Demokrat, karena dirinya sudah mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil.

Harapan seluruh kader Partai Demokrat Sulut memang ada dipundak Lumentut. Makanya, dengan kehadiran mantan Sekot Manado, mantan kepala Biro Pembangunan dan Kadis Sumber Daya Air Pemprov Sulut, akan membawa warna tersendiri. (henceantara@yahoo.co.id).