DPRD Gorut studi banding pengelolaan pariwisata saat COVID-19 di Manado
Kamis, 3 Juni 2021 20:53 WIB
Kunjungan komisi III DPRD Gorut di Manado (jo/ANTARA) (1)
Manado (ANTARA) - DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Gorontalo, melakukan studi banding ke DPRD Manado, mencari masukan tentang pengelolaan kepariwisataan, yang diterima ketua Komisi III, Ronny Makawata, SE.
"Kedatangan kami ke Kota Manado, dalam rangka studi komparasi tugas dan fungsi DPRD tentang pengelolaan pariwisata," kata Ketua Komisi III, DPRD Gorut, Hj.Aryati Polapa, SPd. MPd, di Manado.
Dia menjelaskan, DPRD Gorut memilih Kota Manado, karena sebagai kota yang lama dan maju, dengan branding pariwisata, dan saat pandemo COVID-19, ternyata juga terkena dampak
wabah tersebut. bertukar informasi soal pengelolaan pariwisata (jo/ANTARA) (1)
"Jika Manado saja kena bagaimana dengan Gorut, karena itu kami menggunakan bertukar infirmasi menghadapi situasi ini dan sudah mendapatkan tiga benang merah yang bisa kami bawa ke Gorontalo," katanya.
Dia menyebutkan ketiga hal penting yang didapatkan dari komisi III DPRD Manado, adalah mengintensifkan komunikasi dengan kementerian, sehingga dana-dana bisa mengucur ke daerah, lalu terus membangun komunikasi politik dengan kepala dan wakil kepala daerah yang baru serta me-revieuw anggaran yang sudah ada, untuk dibahas dalam APBD-P nantinya.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Manado, Ronny Makawata, menjelaskan mengenai kondisi kepariwisataan di ibukota Sulawesi Utara semenjak pandemi COVID-19 menyerang, bahwa semuanya kena dampak, terutama sektor pariwisata.
"Dari yang tadinya hampir mencapai target satu juta wisatawan mancanegara untuk tahun 2020, turun jauh, karena penghentian penerbangan langsung internasional dari Cina yang menyebabkan banyak yang tutup sementara," katanya. berfoto bersama usai dialog pengelolaan pariwisata (jo/ANTARA) (1)
Bahkan menurutnya, pemerintah harus membangun kembali sejumlah infrastruktur kepariwisataan, sehingga bisa tetap berfungsi saat kondisi normal dan untungnya setelah kondisi membaik perubahan juga mulai terlihat.
Makawata mengatakan, pemerintah bersama DPRD rajin melakukan lobi-lobi ke kementerian terkait, sehingga bisa mendapatkan membuat dana mengucur ke Manado.
"Bukan hanya itu, kami juga melakukan komunikasi politik kepada pemerintah yang baru, sehingga bisa bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah yang ada, termasuk kepariwisataan, serta merevieuw anggaran sehingga bisa dimanfaatkan maksimal," katanya.
Di sisi lain, Makawata menjelaskan, bahwa pemerintah juga sudah melonggarkan jam malam, sehingga usaha wisata lainnya bisa buka sampai pukul 24.00 Wita dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. i dialog pengelolaan pariwisata (jo/ANTARA) (1)
"Hasilnya mulai kelihatan lagi geliat perekonomian, karena usaha seperti restoran dan hotel juga mulai bisa bergeliat," katanya.***
"Kedatangan kami ke Kota Manado, dalam rangka studi komparasi tugas dan fungsi DPRD tentang pengelolaan pariwisata," kata Ketua Komisi III, DPRD Gorut, Hj.Aryati Polapa, SPd. MPd, di Manado.
Dia menjelaskan, DPRD Gorut memilih Kota Manado, karena sebagai kota yang lama dan maju, dengan branding pariwisata, dan saat pandemo COVID-19, ternyata juga terkena dampak
wabah tersebut. bertukar informasi soal pengelolaan pariwisata (jo/ANTARA) (1)
"Jika Manado saja kena bagaimana dengan Gorut, karena itu kami menggunakan bertukar infirmasi menghadapi situasi ini dan sudah mendapatkan tiga benang merah yang bisa kami bawa ke Gorontalo," katanya.
Dia menyebutkan ketiga hal penting yang didapatkan dari komisi III DPRD Manado, adalah mengintensifkan komunikasi dengan kementerian, sehingga dana-dana bisa mengucur ke daerah, lalu terus membangun komunikasi politik dengan kepala dan wakil kepala daerah yang baru serta me-revieuw anggaran yang sudah ada, untuk dibahas dalam APBD-P nantinya.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Manado, Ronny Makawata, menjelaskan mengenai kondisi kepariwisataan di ibukota Sulawesi Utara semenjak pandemi COVID-19 menyerang, bahwa semuanya kena dampak, terutama sektor pariwisata.
"Dari yang tadinya hampir mencapai target satu juta wisatawan mancanegara untuk tahun 2020, turun jauh, karena penghentian penerbangan langsung internasional dari Cina yang menyebabkan banyak yang tutup sementara," katanya. berfoto bersama usai dialog pengelolaan pariwisata (jo/ANTARA) (1)
Bahkan menurutnya, pemerintah harus membangun kembali sejumlah infrastruktur kepariwisataan, sehingga bisa tetap berfungsi saat kondisi normal dan untungnya setelah kondisi membaik perubahan juga mulai terlihat.
Makawata mengatakan, pemerintah bersama DPRD rajin melakukan lobi-lobi ke kementerian terkait, sehingga bisa mendapatkan membuat dana mengucur ke Manado.
"Bukan hanya itu, kami juga melakukan komunikasi politik kepada pemerintah yang baru, sehingga bisa bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah yang ada, termasuk kepariwisataan, serta merevieuw anggaran sehingga bisa dimanfaatkan maksimal," katanya.
Di sisi lain, Makawata menjelaskan, bahwa pemerintah juga sudah melonggarkan jam malam, sehingga usaha wisata lainnya bisa buka sampai pukul 24.00 Wita dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. i dialog pengelolaan pariwisata (jo/ANTARA) (1)
"Hasilnya mulai kelihatan lagi geliat perekonomian, karena usaha seperti restoran dan hotel juga mulai bisa bergeliat," katanya.***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022