Ebola muncul lagi di Kongo, Guinea, WHO peringatkan
Selasa, 16 Februari 2021 9:44 WIB
Seorang petugas kesehatan Kongo menyiapkan pemberian vaksin Ebola pada seorang pria terinfeksi di Pusat Kesehatan Himbi di Goma, Republik Demokratik Kongo, (17/7/2019). (ANTARA/REUTERS/Olivia Acland/aa)
Jenewa (ANTARA) - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Guinea bisa menimbulkan risiko di kawasan dan harus sangat diwaspadai, kata seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (15/2).
Kongo telah mengonfirmasi kemunculan empat kasus Ebola sejak kebangkitan virus tersebut diumumkan pada 7 Februari di Butembo, pusat wabah sebelumnya yang diumumkan pada Juni tahun lalu.
Kampanye vaksinasi Ebola telah dimulai di Butembo, DRC timur, kata WHO dalam cuitan pada Senin.
Secara terpisah, Guinea --negara di Afrika Barat-- pada Minggu (14/2) mengumumkan wabah baru Ebola. Guinea melaporkan tujuh kasus dan tiga kematian akibat penyakit virus itu.
"Kita harus sangat waspada, sangat waspada," Mike Ryan, pakar darurat WHO, mengatakan kepada pers.
"Penyakit ini (Ebola) bisa menimbulkan risiko di kawasan."
Virus Ebola menyebabkan muntah dan diare parah serta menyebar melalui kontak melalui cairan tubuh.
Sumber: Reuters
Kongo telah mengonfirmasi kemunculan empat kasus Ebola sejak kebangkitan virus tersebut diumumkan pada 7 Februari di Butembo, pusat wabah sebelumnya yang diumumkan pada Juni tahun lalu.
Kampanye vaksinasi Ebola telah dimulai di Butembo, DRC timur, kata WHO dalam cuitan pada Senin.
Secara terpisah, Guinea --negara di Afrika Barat-- pada Minggu (14/2) mengumumkan wabah baru Ebola. Guinea melaporkan tujuh kasus dan tiga kematian akibat penyakit virus itu.
"Kita harus sangat waspada, sangat waspada," Mike Ryan, pakar darurat WHO, mengatakan kepada pers.
"Penyakit ini (Ebola) bisa menimbulkan risiko di kawasan."
Virus Ebola menyebabkan muntah dan diare parah serta menyebar melalui kontak melalui cairan tubuh.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paus Fransiskus minta maaf karena harus menunda perjalanannya Kongo-Sudan
12 June 2022 20:50 WIB, 2022
Terpopuler - Provinsi Sulut
Lihat Juga
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Gubernur Sulut sebut arus ekspor-impor Sulampua masih bergantung pulau Jawa
21 January 2026 6:59 WIB
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB