Logo Header Antaranews Manado

Mendorong Masyarakat SulutGo Gemar Menabung

Rabu, 2 Mei 2018 18:45 WIB
Image Print
Jeffry Dendeng (1)
"Tahun ini kami akan mendorong penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat Sulut dan Gorontalo akan semakin bertumbuh," katanya.

Manado, (Antaranews Sulut) - Hasrat untuk jajan berbagai macam camilan, pergi ke gerai ponsel untuk beli gadget terbaru dan sejumlah keinginan lainnya yang datang tiap kali awal bulan tiba, membuat seringkali lupa diri alias khilaf untuk membelanjakan uang yang telah diperoleh dari hasil jerih payah selama satu bulan lamanya.

Akhirnya, lupa menyisihkan uang untuk menabung. Padahal banyak manfaat yang akan didapatkan dari rajin menabung, seperti simpanan hari tua, punya simpanan untuk keperluan mendesak, tabungan untuk sekolah lagi, dan sebagainya.

Sehingga PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) terus mendorong penghimpunan dana masyarakat di dua provinsi tersebut, dengan menjemput bola hingga pelosok desa.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sulutgo Jeffry Dendeng selain mulai memperbesar penyaluran kredit pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor produktif lainnya, pihaknya mengaku akan terus menerapkan efisiensi. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan membidik dana murah.

“Ada perubahan kecil-kecil, penghimpunan dana murah atau CASA sebelumnya masih sekitar 27 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), sekarang sudah 30 persen-an,” ujarnya.

Jika melihat komposisi dana pihak ketiga (DPK) posisi per 31 Maret 2018, simpanan berjangka masih mendominasi hingga 68,17 persen dari total Rp13,2 triliun. Sisanya, yakni giro dan tabungan mencatatkan porsi 21,34 persen dan 10,48 persen.

Bila dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2017, dominasi simpanan berjangka memang turun tipis. Pada akhir tahun lalu dengan DPK Rp11,33 triliun, porsi simpanan berjangka mencapai 68,56 persen. Sementara giro dan tabungan masing-masing 15,32 persen dan 16,12 persen.

Namun demikian, bila dibandingkan dengan posisi kuartal I/2017, dominasi simpanan berjangka justru meningkat. Pada periode tersebut, porsi simpanan berjangka hanya 64,82 persen. giro dan tabungan pada tiga bulan tahun lalu mengambil porsi 23,34 persen dan 11,84 persen.

"Tahun ini kami akan mendorong penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat Sulut dan Gorontalo akan semakin bertumbuh," katanya.

Pihaknya cukup optimis DPK akan terus mengalami peningkatan di tahun ini, dengan melakukan berbagai terobosan-terobosan," kata Jeffry.

Dia menjelaskan selain menghimpun dana, juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar gemar menabung untuk masa depan.

"Kami selalu mengedukasi masyarakat agar menyimpan dananya di bank karena aman dan dijamin langsung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," jelasnya.

Pihaknya terus melakukan ekspansi layanan sehingga semua masyarakat bisa dilayani dengan baik.

Hal ini sejalan dengan keinginan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan bisa menyentuh masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia.

"Bukan hanya masyarakat di kota saja yang dilayani tapi hingga ke pelosok desa," ungkapnya.

Bank Sulutgo, lanjutnya, tetap melakukan ekspansi walaupun dengan biaya yang besar.

Sebab, katanya, semakin dekat dengan masyarakat maka akan memberikan dampak yang besar bagi daerah maupun perekonomiannya.

"Selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan kredit dan yang mendominasi yakni kredit produktif," pungkasnya.

Ia menjelaskan semakin tinggi dana tabungan, menandakan bahwa masyarakat Sulut dan Gorontalo semakin percaya menyimpan dananya di Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut.

Bank Sulutgo, katanya, memiliki 101 jaringan kantor yakni satu kantor pusat, 26 kantor cabang, 25 kantor cabang pembantu dan 49 kantor kas.

Serta, katanya, Bank SulutGo didukung oleh 16 kantor pembayaran, tiga mobil kas keliling, 142 mesin anjungan tunai mandiri (ATM), satu mesin CDM dan 1.812 karyawan di Sukut, Gorontalo, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Tabungan Simpel

-Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) mampu meningkatkan penghimpunan dana di PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo).

"Sejak Tabungan Simpel diluncurkan, saat ini sudah sebanyak 30 ribu-an account," kata Direktur Utama Bank SulutGo Jeffry Dendeng.

Jeffry mengatakan pertumbuhan Tabungan Simpel cukup tinggi, walaupun secara nominal tidak terlalu banyak, namun sumbangannya ke Dana Pihak ketiga (DPK) berdampak.

Sehingga, DPK Bank SulutGo tumbuh signifikan khususnya pada dana murah atau Current account savings account (CASA).

Memang untuk produk Simpel, kita tidak mengejar nominalnya, namun bagaimana mengedukasi kepada pelajar agar gemar menabung sejak masih usia dini," jelasnya.

Karena tabungan ini khusus bagi pelajar atau siswa dari tingkat PAUD sampai dengan SMA, maka pihaknya menjemput bola ke sekolah-sekolah.

Dengan kemudahan setoran awal yang murah dan setoran selanjutnya yang ringan, Simpel dikemas untuk memberikan edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini.

Simpel dilengkapi dengan layanan e-delivery channel yang memudahkan siswa untuk melakukan transaksi.

Dia menjelaskan Simpel merupakan tabungan untuk siswa yang diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana, dilengkapi dengan fitur yang menarik, guna mendorong budaya menabung sejak dini.

Kepala Kantor Perwakilan Otoritas jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo Maluku Utara (Sulutgomalut) Elyanus Pongsoda mengatakan program OJK yang didukung oleh perbankan ini, diarahkan pada generasi muda, bahkan anak kecil untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menabung.

Pembukaan rekening dilakukan melalui kerja sama antara sekolah dengan bank dan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bank.

Satu siswa hanya boleh memiliki satu rekening di satu bank yang sama, tidak diperkenankan untuk rekening bersama (join account) dengan status dan/atau transaksi.

Penarikan, penyetoran, dan pemindahbukuan dapat dilayani di sekolah dan semua channel bank sesuai kebijakan Bank.

"Tabungan Simpel juga dijalankan oleh bank umum, menariknya BPD adalah peran mereka sudah meluas dan memang mendukung pengembangan ekonomi daerah," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026