
Wali Kota Lomban Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Kurangi Resiko Bencana

“Bumi ini hanya titipan anak cucu kita yang harus dijaga bersama secara bertanggung jawab, jangan rakus,"tegas Lomban.
Bitung, (AntaraSulut) Wali Kota Bitung,Maxmiliaan Jonas Lomban mengatakan, menjaga kebersihan lingkungan adalahtanggung jawab semua pihak, baik pemerintah maupun semua unsur masyarakatkarena itu peran relawan penanggulangan resiko berencana perlu ditingkatkan.
Menurut Lomban, berbagai upaya telahdilakukan pemerintah dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana, antaralain lewat pembangunan Sabodam, Talud di pemukiman juga pelatihan relawan diberbagai komunitas tertentu.
Tujuan Pelaksanaan kegiatan ini untukmenumbuhkan jiwa kegotongroyongan dan kepedulian semua pihak dalam menjagakebersihan sungai ujar Lomban sembarimenghimbau untuk mengingatkan satu dengan yang lain untuk tidak menjadikansungai sebagai tempat sampah.
Disamping itu, lanjut Lomban keberadaansekolah lingkungan yang ada di kota Bitung yang terdiri dari sekolah Sungai,Hutan, Laut, Gunung dan sekolah Lima Bersih diharapkan mampu menjalankanfungsinya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjagalingkungan serta dampak buruk akibat penyalahgunaan lingkungan,
Bumi ini hanya titipan anak cucu kita yangharus dijaga bersama secara bertanggung jawab, jangan rakus,"tegas Lomban.
Ia berharap, lewat bantuan semua pihaktermasuk pemerintah pusat lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)serta Pemerintah kota Bitung tahun depan Sekolah lingkungan bisa berkiprahseluruhnya, karena saat ini baru sekolah Sungai yang diresmikan sementara yanglainnya masih dalam proses penyelesaian regulasi, sehingga ambisi untuk menjagalingkungan di kota Bitung dapat terwujud sepenuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebutSekertaris daerah kota Bitung Audy Pangemanan, Ketua TP PKK Kota Bitung jugasebagai Kepala Sekolah Sungai Ny. Khouni Lomban Rawung, Ketua DWP KotaBitung Ny. Riny Pangemanan Tinangon, para pejabat lingkup Pemkot Bitung, tokohmasyarakat serta instansi terkait lainnya.
Pewarta : Marlita Korua
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
