Logo Header Antaranews Manado

Dampak wabah Ebola, warga Afrika dilarang masuk Amerika Serikat

Jumat, 22 Mei 2026 12:17 WIB
Image Print
Seorang petugas kesehatan Kongo menyiapkan pemberian vaksin Ebola. (ANTARA/REUTERS/Olivia Acland/aa)

Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat untuk sementara melarang warga negara Afrika, khususnya dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan, masuk ke wilayah Amerika dalam waktu 21 hari sebelum kedatangannya, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC).

"CDC mengeluarkan instruksi terkait penangguhan masuk ke Amerika Serikat bagi warga negara asing yang berada di Republik Demokratik Kongo, Uganda, maupun Sudan Selatan dalam kurun waktu 21 hari sebelum ketibaan," kata CDC dalam pernyataannya pada Kamis (21/5).

Pembatasan itu berlaku selama 30 hari, yang kemudian CDC akan memutuskan apakah akan memperpanjang atau mencabut kebijakan tersebut.

Warga negara AS dan pemegang kartu hijau diizinkan masuk, tetapi juga harus menjalani pemeriksaan lebih ketat. Pemegang kartu hijau adalah orang-orang yang memiliki izin tinggal tetap resmi di AS.

Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, mereka harus diarahkan ke Bandara Internasional Washington-Dulles.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo dan Uganda berada dalam status darurat dan menjadi ancaman bagi negara-negara lain.

Data terkini dari otoritas Kongo mencatat terdapat 131 kematian akibat virus tersebut. Wabah Ebola di Kongo sebelumnya pernah berakhir pada Oktober 2025.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026