Logo Header Antaranews Manado

Yayasan Insan Kawanua, IPIM, Dinkes Manado sukses gelar CKG

Kamis, 30 April 2026 18:33 WIB
Image Print
Warga Manado yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Yayasan Insan Kawanua, Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Manado dan Dinas Kesehatan Manado. Antara/HO-IPIM

Manado (ANTARA) - Yayasan Insan Kawanua yang berkolaborasi dengan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Manado serta Dinas Kesehatan setempat, sukses menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti para pekerja agama dan masyarakat umum, 28-30 April 2026.

Ketua IPIM Manado Usran Mantow, Kamis, mengatakan CKG yang dilaksanakan di Manado Trade Center (MTC) itu, sempat dipadati ribuan baik di Manado dan wilayah sekitar.

"CKG diperuntukan kepada para pekerja agama. Semua agama, yakni Kristen, Islam, Hindu, Budha dan Konghucu, dan Alhamdulillah terlaksana dengan baik dan sukses" Kata Usran, Kamis.

Didampingi Sekretaris IPIM Manado, ustadz Guntur Bilulu, Usran mengatakan awalnya CKG hanya diperuntukan kepada para pekerja agama sebanyak seribu orang, namun melihat animo masyarakat yang memadati kegiatan itu untuk meminta diperiksa kesehatan maka panitia membuka secara luas.

Jumlah pasien atau peserta CKG nenurut Usran melebihi kapasitas karena awalnya hanya diperuntukan untuk seribu orang, membludak sampai 1.330 orang pasien.

"Awalnya hanya seribu orang pekerja agama, terutama para imam masjid, pendeta, pastur, majelis gereja, dan pelayan agama lainnya, namun masyaraka meminta untuk ikut diperiksa kesehatanya, sehingga mau tidak harus diterima, karena mereka sudah datang ke lokasi MTC", kata Usran, sambil mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Manado, Andre Angouw, Kadinkes Manado, Bobby Kereh serta kepala-kepala puskesmas yang telah terlibat langsung pada CKG tersebut.

CKG dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Manado, Rugaya Udin yang menekankan agar pelaksanaan CKG tidak berhenti sampai di sini, namun terus dilakukan dengan mendatangi masyarakat umum lainnya.

"Kegiatan ini boleh dilaksanakan di tempat rumah ibadah, masjid, gereja, mushalah, kanisa dan tempat lainnya karena ini juga menyangkut masalah sosial kemasyarakatan umum sehinga mereka dapat memanfaatkan program Dinkes tersebut dengan baik", pinta Kepala Kantor Kemenag Kota Manado itu.

Rugaya mengimbau kepada para pengurus masjid, gereja, para imam dan pendeta dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk memeriksakan kesehatannya.

Sementara itu, Koordinator tim Dinkes Manado, Jessy Sampel mengatakan pihaknya siap melaksanakan CKG tersebut yang merupakan program pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang harus digalakan ke seluruh masyarakat.

Jessy menjelaskan sejak digulirkanya program CKG di Manado bulan Maret 2026, baru tiga persen terlayani dari jumlah empat ratus ribu lebih penduduk di kota itu, sehingga Dinkes bekerja keras untuk mencapai target.

CKG melibatkan enam puskesmas dengan menurunkan setiap hari lima orang dokter umum, spesialis dan perawat sebanyak sepuluh orang tiap hari.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026