
Pasha Ungu ajak semua pihak jaga etika demokrasi dan hindari fitnah

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo Said atau Pasha mengajak semua pihak untuk menjaga etika demokrasi serta menghindari penyebaran narasi disinformasi, fitnah dan kebencian (DFK) di tengah dinamika politik belakangan ini.
Pasha, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, menekankan bahwa perbedaan pandangan terhadap kinerja pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.
Ia pun memahami tidak semua pihak memiliki kesamaan pandangan.
“Dalam kehidupan politik, prinsip ‘sepakat untuk tidak sepakat’ harus tetap dijunjung tinggi, selama bertujuan menjaga keseimbangan demokrasi dan pengawasan publik terhadap kinerja pemerintah,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tersebut disampaikan secara sehat, terbuka dan bertanggung jawab.
Ia menyebut kompetisi politik seharusnya dibangun di atas gagasan, program, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Legislator bidang agama dan sosial itu turut mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan narasi mengandung DFK karena dapat merusak kualitas demokrasi, sekaligus menyesatkan publik.
Menyampaikan kritik, ujar dia, memang dijamin konstitusi.
Walaupun begitu, katanya, kritik mesti dibedakan dengan ujaran kebencian yang bersifat tendensius dan serangan personal. “Ini melanggar undang-undang,” katanya.
Menurut Pasha, jika kritik telah bergeser menjadi upaya pembusukan karakter dan pembunuhan reputasi terhadap pejabat publik, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat luas.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kata mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” kata Pasha.
Pewarta : Fath Putra Mulya
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
