Logo Header Antaranews Manado

BI Sulut catat 8.396 transaksi QRIS pada Paskah Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 17:43 WIB
Image Print
Salah satu contoh transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Manado (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mencatat 8.396 transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat puncak perayaan Paskah Nasional 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 8 April 2026.

"Sebanyak 8.396 transaksi QRIS tercipta hanya dalam satu hari puncak perayaan Paskah Nasional 2026 pada 8 April 2026, ini momentum percepatan ekonomi digital di Sulut," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto di Manado, Jumat.

Dia mengatakan dalam Paskah Nasional 2026 yang dihadiri sekitar 25 ribu-30 ribu orang jemaat dari berbagai denominasi gereja di kawasan Pohon Kasih Megamas Kota Manado, BI menghadirkan kontribusi nyata yang langsung menyentuh masyarakat, yaitu dengan menggerakkan UMKM, mendorong transaksi digital, dan memperluas literasi publik.

Ia menjelaskan BI Sulut mengambil peran sebagai penggerak aktivitas ekonomi, di mana sebanyak 15 UMKM binaan dihadirkan dalam pameran.

Produk kuliner dan kreatif menjadi bagian dari pengalaman kolektif masyarakat dalam perayaan tersebut.

Inovasi yang paling menarik perhatian publik adalah program Scan QRIS Rp26, di mana masyarakat cukup melakukan transaksi digital senilai Rp26 untuk memperoleh voucher belanja produk UMKM sebesar Rp20.000.

Joko Supratikto menegaskan bahwa keterlibatan BI dalam Paskah Nasional 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, tetapi bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi lokal. Momentum Paskah Nasional 2026 menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” katanya.

Partisipasi BI Sulut dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas, ketika dipadukan dengan inovasi digital, pemberdayaan UMKM dan peningkatan literasi akan menciptakan dampak nyata menuju ekonomi yang lebih inklusif, adaptif dan berkelanjutan.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) BI Sulut Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang agar inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.

“Melalui transaksi QRIS sebesar Rp26, masyarakat langsung merasakan manfaat transaksi digital ke produk UMKM. Antusias yang tercermin dari 8.396 transaksi hanya dalam 1 hari ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi sudah semakin diterima,” katanya.

Di sisi lain, BI Sulut juga menghadirkan ruang edukasi bank sentral yang dikemas secara interaktif dilengkapi dengan layanan perpustakaan keliling.

Inisiatif ini memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran bank sentral, sekaligus memperkuat literasi ekonomi dan keuangan di tengah suasana perayaan yang inklusif.

Perayaan yang menjadi simbol persatuan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, bersama jajaran pemerintah dan tokoh lintas agama.

Kehadiran mereka menegaskan posisi Paskah Nasional sebagai momentum strategis secara spiritual, sosial dan ekonomi.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026