
BI sosialisasikan penggunaan QRIS ke warga Kepulauan Sitaro

Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi penggunaan "Quick Response Code Indonesian Standard" (QRIS) ke warga di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut).
"Sosialisasi ini penting guna meningkatkan literasi transaksi digital di daerah melalui QRIS," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Ircham Andrianto Taufick melalui keterangan tertulis di Manado, belum lama ini.
Ia mengatakan BI bersama pemerintah daerah melakukan sosialisasi penggunaan QRIS sekaligus mengajak pedagang dan masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari.
Penerapan QRIS dalam pembayaran retribusi daerah diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Bagi masyarakat dan pedagang, transaksi menjadi lebih praktis karena tidak perlu menyiapkan uang tunai, lebih cepat dalam bertransaksi dan tercatat secara digital.
Bagi pemerintah daerah, katanya, sistem pembayaran nontunai dapat mendukung tata kelola penerimaan yang lebih tertib, efisien dan transparan.
Ia mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan akseptasi masyarakat terhadap transaksi digital di daerah.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan akseptasi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro terhadap transaksi digital dengan memperkenalkan kanal pembayaran QRIS untuk pembayaran retribusi parkir, kebersihan, dan pasar. Selain itu, QRIS juga dapat dipergunakan untuk transaksi retail lainnya,” ujar Ircham.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa digitalisasi sistem pembayaran akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui sistem pembayaran yang lebih efisien dan transparan.
Perkembangan penggunaan QRIS di Kabupaten Kepulauan Sitaro menunjukkan tren yang sangat positif.
Hingga 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 4.173 pedagang menggunakan QRIS di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sedangkan pada Januari 2026 tercatat 35.919 transaksi QRIS dengan nilai mencapai Rp3,63 miliar.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja tersebut meningkat tajam dimana pada Januari 2025 jumlah transaksi QRIS di Kabupaten Kepulauan Sitaro hanya 2.659 transaksi dengan nilai sekitar Rp466 juta.
"Angka ini menegaskan bahwa penggunaan pembayaran digital di Kabupaten Kepulauan Sitaro semakin diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya menjelaskan.
Bank Indonesia bersama Pemkab Kepulauan Sitaro melalui TP2DD akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, baik untuk transaksi masyarakat sehari-hari maupun untuk mendukung digitalisasi layanan pemerintah daerah.
Ke depan, sinergi itu diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif di Kabupaten Kepulauan Sitaro, sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses, cepat, dan akuntabel.
Pewarta : Nancy L Tigauw
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
