Logo Header Antaranews Manado

BI kampanye bijak belanja jelang Lebaran di Sulut

Sabtu, 28 Februari 2026 00:27 WIB
Image Print
Warga saat membeli kebutuhan minyak goreng di pasar saat bulan Ramadhan. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom

Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) kampanyekan bijak belanja kepada masyarakat di bulan Ramadhan serta menjelang Lebaran tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Sebagai bagian dari komunikasi efektif, BI juga melakukan pengendalian ekspektasi masyarakat dengan cara diseminasi kebijakan pengendalian inflasi Bank Indonesia, baik melalui media konvensional maupun media sosial," kata Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, di Manado, Jumat.

Dia mengatakan, salah satu inisiatif yang dapat dilakukan bersama wartawan adalah mengaungkan kampanye bijak belanja, yakni mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak di bulan Ramadhan dan Lebaran, guna mencegah terjadinya kenaikan harga.

"Sebagaimana kita ketahui, permintaan terhadap bahan makanan, pakaian dan barang-barang kebutuhan lainnya cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan," katanya.

Dia mengupayakan apabila belanja dilakukan secara berlebihan maka dapat menyebabkan keterbatasan stok barang, sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.

Oleh sebab itu, katanya, lonjakan harga dapat dicegah dengan menerapkan perilaku bijak belanja, yakni berbelanja sesuai dengan kebutuhan, membandingkan harga untuk mendapatkan harga terbaik dan menghindari penimbunan barang.

Ia memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mendukung perilaku bijak belanja yakni, alokasikan anggaran secara disiplin agar pengeluaran tetap terkendali dan tidak melebihi batas kemampuan finansial.

Kemudian, katanya, sesuaikan kebutuhan dengan memprioritaskan barang yang benar-benar diperlukan dan
menghindari pembelian impulsif yang didorong oleh keinginan semata.

Membayar menggunakan QRIS untuk transaksi yang lebih cepat, mudah, murah, aman dan handal untuk memudahkan pencatatan pengeluaran secara otomatis.

Kemudian, hindari judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol) ilegal dengan mewaspadai sekaligus menjauhi praktik ilegal yang dapat merugikan dan memperburuk kondisi keuangan.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026