Logo Header Antaranews Manado

Pengamat: Indonesia kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza sudah ideal

Jumat, 20 Februari 2026 15:27 WIB
Image Print
Arsip foto- Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korvet kelas Sigma di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL yang membawa 120 personel TNI AL itu telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai jumlah 8.000 prajurit TNI yang dikirim untuk misi perdamaian di Gaza sudah ideal.

Jumlah tersebut terbilang ideal karena personel TNI harus menjalankan banyak tugas perdamaian, salah satunya membersihkan puing bangunan dampak peperangan dalam jumlah besar.

"Secara skala, angka ini proporsional mengingat mandat ISF yang sangat masif, yaitu mengawal demiliterisasi, mengamankan proses pembersihan 70 juta ton puing reruntuhan, hingga melindungi proyek rekonstruksi ratusan ribu rumah," kata Fahmi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Walau demikian, jumlah tersebut bisa saja meningkat untuk menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan di lapangan.

Lebih lanjut, menurut Fahmi, pengiriman jumlah pasukan dengan jumlah sebanyak ini merupakan tantangan sendiri bagi TNI.

Pasalnya, ini merupakan salah satu operasi perdamaian dengan jumlah personel cukup besar yang pernah dijalankan TNI.

Para personel tersebut, dinilai Fahmi, harus mendapatkan dukungan fasilitas operasional dan logistik yang memadai selama operasi berlangsung.

Tidak hanya dukungan dari internal TNI saja, Khairul mengatakan kekuatan logistik juga berpengaruh kepada koalisi multinasional dalam menopang kebutuhan pasukan TNI di wilayah yang infrastrukturnya sudah hancur.

Namun demikian, Khairul meyakini koalisi negara yang berada di dalam BoP akan memberikan dukungan penuh kepada ISF dan juga TNI dalam menjalankan operasi perdamaian di Gaza.





Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026