Logo Header Antaranews Manado

Rupiah Senin Sore menguat menjadi Rp13.368

Senin, 6 Juni 2016 18:05 WIB
Image Print

Jakarta, 6/6 (AntaraSulut) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak menguat sebesar 227 poin menjadi Rp13.368 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.595 per dolar AS.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin, mengatakan nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS menyusul adanya potensi penundanaan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Juni.

"Data tenaga kerja AS pada Mei yang jauh di bawah harapan menjadi salah satu faktor yang menekan dolar AS. Akibat sentimen itu, pasar menilai sepertinya akan ada sentimen yang kuat kenaikan suku bunga akan ditunda," katanya.

Ia menambahkan bahwa laju penguatan rupiah juga ditopang oleh sentimen dari harga minyak mentah dunia. Kembali menguatnya laju harga minyak mentah memberikan sentimen positif pada negara penghasil komoditas seperti Indonesia.

Terpantau harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (6/6) sore ini berada di level 49,18 dolar AS per barel, naik 1,15 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 50,21 dolar AS per barel, menguat 1,15 persen.

Analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina menambahkan bahwa angka penggajian pekerjaan nonpertanian (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Mei telah mengejutkan pasar setelah menunjukkan laju pertumbuhan tenaga kerja ke level rendah sejak tahun 2010.

"Angka NFP bulan Mei menjadikan pasar mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Juni menjadi Desember tahun ini," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin (6/6) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.478 dibandingkan hari sebelumnya (3/6) Rp13.612.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026