Manado (ANTARA) - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapatkan jatah sebanyak 320 penerima kredit usaha rakyat (KUR) dari total 800.000 penerima di seluruh Indonesia.
"Sebanyak 320 penerima KUR tersebut di breakdown ke lima perbankan. Mereka (perbankan) inilah yang nantinya menjadi sentra penyaluran KUR bagi calon penerima," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Christian Talumepa di Manado, Selasa.
Pemprov Sulut berharap semua penerima KUR melalui perbankan bisa terserap maksimal sehingga memberikan efek menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Ketika mendapatkan akses permodalan melalui KUR, tentu harapannya bukan hanya saat ini saja, tapi juga ke depan," ujarnya.
Manakala melakukan usaha ekonomi yang kemudian dinilai perbankan berhasil, maka pemerintah melalui perbankan dapat melipatgandakan atau menambahkan modal usaha kredit yang dibutuhkan sebagai akses permodalan terutama para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Christian optimistis, melalui akses permodalan KUR dapat membuka lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja ketika bidang usahanya mulai bergerak.
"Pasti (menyerap tenaga kerja). Ketika mendapatkan modal, katakanlah sebesar Rp500 juta, ketika menggerakkan usahanya pasti butuh tenaga kerja. Semisal usaha ketering makanan, pasti butuh tenaga kerja," katanya menambahkan.
Ketika terserap lapangan pekerjaan yang dibuka pelaku UMKM, akan memberikan imbas bagi pekerja keluar dari garis kemiskinan.
"Dengan adanya program ini, orang-orang yang tadinya tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran maka dia mendapatkan pekerjaan. Melalui pekerjaan tersebut berimbas dia mendapatkan pendapatan," katanya menyebutkan," katanya menambahkan.
Sebanyak 320 penerima melaksanakan akad massal KUR 800.000 debitur penciptaan lapangan kerja dan peluncuran kredit program perumahan tahun 2025 yang disampaikan staf khusus.

