Logo Header Antaranews Manado

Pos PGA rekam puluhan gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon

Selasa, 9 September 2025 05:23 WIB
Image Print
Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, berstatus siaga setelah terjadi peningkatan gempa vulkanik. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) merekam puluhan kali gempa vulkanik dangkal Gunung Lokon, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Senin sejak pukul 00:00-12:00 WITA.

Pada periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WITA terekam sebanyak sembilan kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 4-7 milimeter, dan lama gempa 3-9 detik, satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 milimeter, S-P tidak teramati dan lama gempa 100 detik, kata Ketua Pos PGA Lokon Armando Manguleh di Tomohon.

Selanjutnya, pada periode pengamatan pukul 06:00-12:00 WITA terekam empat kali gempa embusan dengan amplitudo 25-32 milimeter, dan lama gempa 20-35 detik.

Terekam juga sebanyak 16 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 14-16 milimeter dengan lama gempa 3.5-7.5 detik, satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 32 milimeter, S-P 0.2 detik dan lama gempa 10 detik serta satu kali gempa tektonik Jauh dengan amplitudo 30 milimeter, S-P tidak teramati dan lama gempa 90 detik.

"Gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam bisa mengindikasikan magma, bisa gas, ada tekanan dari dalam yang berusaha keluar sehingga menyebabkan retakan pada batuan," kata Armando.

Armando berharap warga tetap mematuhi radius bahaya yang direkomendasikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghindari hal -hal yang tidak diinginkan bila terjadi erupsi.

"Aktivitas Gunung Lokon masih Level III (Siaga)," katanya.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status Gunung Lokon dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak Rabu (3/9) pukul 12:00 WITA.

Peningkatan status tersebut setelah terjadi kenaikan jumlah kegempaan yang signifikan yakni mencapai lebih dari 100 kali gempa per hari dari frekwensi normal hanya tiga kali gempa per hari.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026