Logo Header Antaranews Manado

BI: RPJMN 2025-2029 Sulut pusat pengolahan perikanan-pariwisata

Kamis, 14 Agustus 2025 17:02 WIB
Image Print
Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto dalam Seminar Nasional ISEI Cabang Manado Sulut 2025,di Manado, Kamis (14/8/2025). ANTARA/HO-BI

Manado (ANTARA) - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 Provinsi Sulut menjadi pusat pengolahan hasil perikanan dan sektor pariwisata.

"Arah kebijakan Sulut sejalan dengan arah pengembangan ekonomi wilayah Sulampua di RPJMN 2025-2029," kata Joko dalamSeminar Nasional ISEI Cabang Manado Sulut 2025,di Manado, Kamis.

Dia mengatakan pembangunan diarahkan untuk penguatan industri pengolahan, pengembangan kawasan dan hilirisasi serta konektivitas antar wilayah.

Posisi Sulut yang sentral, katanya, sejalan dengan fokus utama sebagai Gerbang Perdagangan Asia Timur dan Pasifik, serta Pusat Pengolahan Hasil Perikanan dan Destinasi Pariwisata.

Perkembangan ekonomi Sulut didorong oleh menguatnya Industri Pengolahan yakni meningkatnya produksi produk turunan kelapa dan hasil perikanan.

Sektor Pertanian panen padi dan produksi jagung, Transportasi yakni pembukaan rute baru dan Perdagangan yakni kinerja kredit konsumsi tumbuh 7,60 persen.

Ditinjau dari pembiayaan terhadap Lapangan Usaha (LU), katanya, kredit perbankan mayoritas disalurkan kepada sektor perdagangan dan sektor pertambangan.

Sementara itu, katanya, penyaluran kredit ke LU utama PDRB seperti sektor pertanian, transportasi, konstruksi, dan industri pengolahan masih memiliki potensi untuk dapat ditingkatkan dengan disertai pengelolaan risiko yang memadai.


Arah pengembangan ekonomi wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) dalam RPJMN 2025-2029 akan difokuskan pada penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.

RPJMN ini juga akan menjadi dasar penyusunan rencana strategis daerah (RPJMD) dan rencana kerja pemerintah (RKP). Fokus utama yakni target penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,5-5 persen.

Peningkatan Indeks Modal Manusia (IMM) hingga mencapai 0,59 persen dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, dengan target mencapai 8 persen di tahun 2029.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026