Manado (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, berkolaborasi untuk menangani sampah menjadi sumber energi serta menjaga lingkungan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Usman Bangun di Manado, mengatakan PLN memiliki komitmen dalam mendukung pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Langkah itu, menurut dia, merupakan bagian dari upaya transisi energi, di mana PLN mengubah sampah menjadi sumber energi, sekaligus membantu mengatasi persoalan lingkungan di berbagai daerah.
"Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari sinergi antara PLN dan pemerintah daerah. Dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat," kata Usman melalui keterangan tertulis.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Tahuna Dimas Adhi Prabowo mengatakan kerja sama itu merupakan bentuk konkret komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
"Kami melihat potensi besar dari pengelolaan sampah, bukan hanya sebagai tanggung jawab lingkungan, tetapi juga sebagai peluang energi alternatif. Melalui kolaborasi ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tapi juga solusi terhadap tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat Sangihe," ujar Dimas.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengapresiasi apresiasi inisiatif PLN. Ia mengatakan kolaborasi itu bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi menjadi tonggak transformasi pelayanan publik yang lebih adaptif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pelayanan Persampahan, PLN dan Pemkab Sangihe sepakat untuk segera menyusun langkah implementatif, termasuk kajian teknis, penguatan regulasi, hingga sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pemilahan dan pengolahan sampah untuk keberlanjutan energi dan lingkungan.
Bagi Bupati Sangihe, itu menjadi momentum penting dalam upaya kolaborasi antara lembaga sektor energi dan pemerintah daerah untuk mengelola sampah secara berkelanjutan, meningkatkan pelayanan publik, serta membuka potensi konversi sampah menjadi sumber energi baru.
Acara penandatanganan MoU itu juga dihadiri Kepala Bappelitbangda Sangihe, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Manager PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tahuna dan Manager PT PLN Nusantara Power UP Minahasa.

