Logo Header Antaranews Manado

Menteri urusan Perdagangan Prancis akan kunjungi Indonesia

Senin, 7 April 2025 17:28 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono (keempat kanan) bersama Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean Noel Barrot (kedua kiri) berjalan menuju ruangan untuk melakukan pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025 dan kerja sama yang meliputi bidang transisi energi, ketahanan pangan, pertahanan, tranformasi digital dan budaya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri Prancis, Laurent Saint-Martin, yang juga warga negara Prancis di luar negeri dan diperbantukan pada Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 8–9 April 2025.

Siaran pers Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Senin, menyebutkan Saint-Martin akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia selama dua hari pada 8 dan 9 April 2025.

Selama di Jakarta ia juga akan mengadakan pertemuan politik dengan sejumlah pejabat dan otoritas Indonesia.

Kunjungan Saint-Martin bertujuan untuk memperkuat kemitraan ekonomi bilateral sekaligus mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada akhir Mei mendatang.

Saint-Martin, yang didampingi delegasi pengusaha Prancis, akan bertemu para pelaku bisnis Indonesia, khususnya perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan industri budaya serta industri kreatif.

Menurut siaran pers Kedubes Prancis itu, ia juga akan bertemu dengan masyarakat bisnis Prancis di Indonesia.

Sebanyak 200 anak perusahaan Prancis mempekerjakan 54 ribu karyawan Indonesia, dengan capaian kontribusi sebesar lima miliar Euro (sekitar Rp92,3 triliun) bagi pertumbuhan ekonomi, pembangunan berbasis industri dan teknologi Indonesia.

Prancis merupakan investor Eropa kedua terbesar di Indonesia dan tahun in kedua negara memperingati 75 tahun hubungan diplomatik, demikian pernyataan tersebut.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026