
Bulog optimistis mampu serap beras petani lokal

Manado, (ANTARA Sulut) - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) optimistis mampu menyerap beras petani lokal dengan harga pembelian yang baru ditetapkan pemerintah.
"Harga Pembelian Petani (HPP) beras terbaru yang dikeluarkan pemerintah, yakni sebesar Rp7.300 per kilogram, diharapkan dapat meningkatkan penyerapan beras petani," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut, Yayan Suparyan, di Manado, Selasa.
Dengan harga yang lebih tinggi, yakni Rp7.300 dari harga sebelumnya yang hanya Rp6.600 per kg, ini diharapkan dapat meningkatkan minat petani untuk menjual beras ke Bulog.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/2015 tentang HPP beras. Bulog telah mematok akan membeli harga HPP beras petani Rp7.300/kg atau naik 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 6.600/kg.
Sementara harga Gabah Kering Giling (GKG) Bulog mematok harga Rp4.650/kg atau naik 10,71 persen dari tahun lalu sebesar Rp 4.200/kg.
"Untuk GKG di gudang Bulog Rp4.650/kg, berasnya Rp7.300/kg," katanya.
Dengan kenaikan harga sebesar 10 persen, Bulog berkomitmen menyerap beras dari tangan petani tahun ini agar target tercapai.
Diperkirakan kenaikan HPP sebesar 10 persen akan mendorong petani lebih bersemangat menanam padi.
Saat ini, katanya, Bulog Sulut sementara dalam pemantapan dengan mitra yang akan bekerja sama dengan Bulog dalam menyerap beras petani lokal.
"Saat ini, target serapan beras lokal di Sulut dan Gorontalo sebanyak 17.500 ton dengan daerah penghasil beras terbesar di Gorontalo dan Bolmong, serta Minahasa," jelasnya.
Pewarta : Oleh Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Guntur Bilulu
COPYRIGHT © ANTARA 2026
