
Sulut kembangkan kerajinan kulit ikan

Manado,(ANTARA Sulut) - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan mengembangkan kerajinan kulit ikan menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi guna memenuhi permintaan pasar.
"Sulut punya potensi ikan cukup tinggi, karena itu pemerintah akan mengembangkan bahan baku yang sebelumnya hanya menjadi limbah, menjadi kerajinan dompet dan tas dan lainnya," kata Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Alwy Pontoh, di Manado, Senin.
Alwy mengatakan biasanya ikan-ikan besar yang diolah oleh industri di Kota Bitung, kulitnya hanya dibuang, ternyata memiliki nilai tambah jika dikembangkan menjadi kerajinan.
"Orang Manado sangat senang dengan fasion dan gaya hidup yang tinggi, jika kulit ikan dijadikan tas atau dompet pasti pasar akan mencarinya," jelasnya.
Oleh karena itu, ke depan pemerintah Sulut akan bekerja sama dengan kementerian dalam pengembangan produk ini.
Dia mengatakan pengembangan kerajinan kulit ikan bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan yang menghasilkan nilai tambah dan nilai ekonomis yang sangat tinggi.
Selama ini pemanfaatan ikan masih sangat terbatas hanya untuk diambil dagingnya saja, sementara bagian lain seperti kulitnya justru terbuang sebagai limbah. Padahal kulit ikan, jika diproduksi bisa menghasilkan sebuah produk.
Salah satu produk kulit ikan adalah menjadi dompet, ikat pinggang, wadah hp, sepatu, tas, atau barang kerajinan lain yang berbahan kulit. Bahkan hasil produksi dari kulit ikan tersebut harganya lebih mahal dari kulit lainnya.
Kerajinan kulit ikan terdapat di Pulau Jawa, bahkan hasilnya sudah ekspor ke berbagai negara, bahkan harga sepatu dari kulit bisa mencapai Rp2,5 juta, dan tas bisa mencapai Rp5 juta, jelasnya.
Hasil kerajinan kulit ikan di Indonesia belum banyak sehingga potensinya masih sangat terbuka jika dikembangkan lebih besar lagi di Sulut. Apalagi, bahan baku ikan di Sulut juga cukup melimpah.
Potensi ikan di Sulut ini luar biasa, bahan bakunya tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sulut,katanya.
Pewarta : Oleh Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Guntur Bilulu
COPYRIGHT © ANTARA 2026
