Logo Header Antaranews Manado

NTP Tanaman Perkebunan Rakyat Sulut Turun

Jumat, 6 Februari 2015 21:56 WIB
Image Print
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Martedhy Mormin Tenggehi mengatakan nilai tukar petani (NTP) tanaman perkebunan rakyat di daerah tersebut mengalami penurunan.

Manado, 6/2 (Antaraulut) - Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Martedhy Mormin Tenggehi mengatakan nilai tukar petani (NTP) tanaman perkebunan rakyat di daerah tersebut mengalami penurunan.

"NTP tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 0,78 persen dari angka indeks 92.19 pada Desember 2014, menjadi hanya 91.47 di Januari 2015," kata Martedhy, di Manado, Jumat.

Martedhy mengatakan, hal ini karena indeks yang diterima petani turun sebesar 0,58 persen, dimana indeks ini didominasi oleh penurunan pada kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi sebesar 4,05 persen.

Dan juga, katanya, pengeluaran terjadi untuk usaha pertaniannya yakni biaya penambahan barang modal turun 0,14 persen.

Nilai tukar usaha petani di Desember juga menurun dari 100.07 menjadi 98.93 pada Januari 2015.

Indeks yang diterima petani untuk masing-masing komoditi terlihat bahwa komoditi pala biji mengalami penurunan indeks yang terbesar dibandingkan komoditi perkebunan lainnya yakni sebesar 4,75 persen, sebaliknya komoditi kakao meningkat 3,54 persen.

Besarnya NTP pada sektor ini yang masih berada di bawah angka 100 mengindikasikan bahwa secara umum petani sub sektor ini dapat dikatakan masih kurang lebih baik dibanding tahun dasar 2012.

Hal ini dikarenakan, daya beli rumah tangga petani di sub sektor ini masih kurang lebih baik dibandingkan tahun 2012.***3***




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026