Logo Header Antaranews Manado

WUBI Sulut Siap Ekspor Asap Cair

Senin, 3 November 2014 10:11 WIB
Image Print
Ivanry Matu (1)
Ketua Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ivanry Matu mengatakan pihaknya siap melakukan ekspor asap cair dari arang tempurung.

Manado, 3/11 (AntaraSulut) - Ketua Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ivanry Matu mengatakan pihaknya siap melakukan ekspor asap cair dari arang tempurung.

"Kami optimis siap mengekspor produk asap cair yang memiliki nilai tambah cukup tinggi," kata Ivanry, di Manado, Senin.

Ivanry mengatakan asap cair, mempunyai pasar cukup banyak, baik domestik maupun mancanegara, sehingga membuat WUBI, mengembangkan produk tersebut.

Provinsi Sulut mengembangkan asap cair, produk turunan kelapa agar siap diekspor karena memiliki nilai tambah yang cukup tinggi.

Produk asap cair tempurung ini, katanya, telah dibuktikan mampu mengawetkan berbagai makanan seperti ikan, daging, mie dan mampu bertahan hingga 2 bulan.

Penggunaannya sangat mudah yakni dengan mencampurkan asap cair dengan air untuk merendam makanan tersebut.

Pengawetan makanan dibutuhkan oleh industri makanan, dan menjadi masalah ketika bahan baku pengawet berasal dari bahan kimia yang berbahaya bagi manusia.

Inovasi bersifat kerakyatan ini, katanya, mengajarkan proses pembuatan asap cair dari batok kelapa yang relatif sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat.

Bahan pengawet pabrikan untuk makanan umumnya mahal, sehingga yang bukan untuk makanan pun digunakan.

Asap telah lama digunakan sebagai pengawet makanan, menjadikannya cair secara ekonomis memudahkan penyimpanan, praktis, dan lebih aman. Selain batok kelapa sebagai pengawet, asap cair juga bisa digunakan sebagi bio-insektisida.

Kata Ivanry, produk asap cair ini telah dipresentasikan dan dijadikan produk unggulan dalam ajang miliarder yang dilakukan oleh salah satu stasiun TV nasional dan mampu mendapatkan juara 1.

"Keunikannya, bisa komersialkan produk, apakah bisa jamin kontinualitas produksi, dan pengelolaan keuangan," jelasnya.

Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Alwy Pontoh mengatakan akan memfasilitasi IKM dalam pembuatan bahan pengawet makanan yang disebut asap cair atau liquid smoke, dari bahan baku batok kelapa.

Saat ini, katanya, asap cair sudah mulai dikembangkan oleh Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Pembuatan liquid smoke dimulai dari bahan baku batok atau tempurung yang sudah tua dimasukkan ke sebuah tungku khusus. Setelah pembakaran sekitar 8 jam dihasilkan asap cair pertama.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, asap cair pertama selanjutnya disuling lagi hingga warnanya menjadi jernih, katanya.***2***



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026