Logo Header Antaranews Manado

Sekprov Sulut meminta PNS netral

Selasa, 8 Juli 2014 13:40 WIB
Image Print
S Mokodongan (1)
"PNS harus menunjukan sikap netral dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden, kata Sekprov Mokodongan di Manado, Selasa.

Manado, 8/7 (AntaraSulut) - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara(Sulut) Siswa Rahmat Mokodongan menegaskan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintahan provinsi tersebut harus netral pada pemilihan presiden (Pilpres) 9 jULI 2014.

"PNS harus menunjukan sikap netral dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden, kata Sekprov Mokodongan di Manado, Selasa.

Pesta demokrasi pada tanggal 9 Juli 2014 menampilkan dua pasang calon presiden dan wakil presiden, masing-masing, nomor urut satu Prabowo Subianto - M Hatta Rajasa, sedangkan dan nomor urut dua Joko Widodo - M Jusuf Kalla.

Mokodongan mengatakan segenap PNS di Sulut harus berpartisipasi secara aktif menggunakan hak pilihnya dan menjadi pemilih yang cerdas.

Sekprov Mokodongan mengharapkan pilpres tersebut berlangsung aman, bersih dan jujur, disamping itu kenetralan PNS akan berdampak pada berjalan baiknya pelayanan publik disetiap instansi.

Pelayanan PNS itu tanpa membeda-bedakan yang dilayani dan tidak diskriminatif serta PNS harus mengedepankan kompetensi dan profesionalitasnya, kata Mokodongan.

Pengamatan satu hari jelang Pilpres di beberapa tempat, nampak masyarakat secara gotong royong sibuk mendirikan tenda, menata meja dan kursi untuk dijadikan tempat pemungutan suara (TPS) pilpres pada tanggal 9 Juli 2014.



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026