
Kemkominfo: perubahan iklim ekstrim buah perbuatan manusia

Karena itu, Freddy mengharapkan warga hendaknya memelihara lingkungan dengan enuh kasih dan damai sebagai bagian kearifan lokal masyarakat Kota Manado.
Manado, 26/4 (AntaraSulut) - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Freddy H Tulung mengatakan perubahan iklim ekstrim adalah buah perbuatan manusia.
"Bencana yang terjadi di Manado mengingatkan kita agar berdamai dengan alam sebagai ciptaan Tuhan. Alam menunjukkan anomali akibat perbuatan manusia," kata Freddy Tulung saat memberikan sambutan dalam diskusi publik geliat ekonomi pasca bencana banjir bandang di Manado, Sabtu.
Karena itu, Freddy mengharapkan warga hendaknya memelihara lingkungan dengan enuh kasih dan damai sebagai bagian kearifan lokal masyarakat Kota Manado.
"Kami mengharapkan program pemulihan yang disusun oleh kementerian dan lembaga pemerintah terkait dioptimalkan dengan melibatkan pemangku kepentingan," harap dia.
Dirjen menambahkan, dari diskusi publik yang digelar kemkominfo dan Pemerintah Kota Manado dapat menemukenali sekaligus rumuskan cara dan upaya meningkatkan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah pascabanjir bandang dalam upaya pemulihan.
Dia mengatakan, dalam diskusi publik ini kali ini menghadirkan narasumber kredibel dari kementerian energi dan sumberdaya alam, badan penanggulangan bencana, otoritas keuangan, dan tokoh masyarakat, sehingga diharapkan memberikan pencerahan tentang kebijakan program rehabilitasi dan pemulihan dalam membangun perekonomian Kota Manado.
Dirjen menjelaskan, tugas kemkominfo yaitu membangun infrastruktur komunikasi, mengembangkan teknologi komunikasi dan informatika serta memanfaatkan komunikasi sebagai sarana edukasi di ruang publik.
"Diskusi publik adalah bagian untuk memberikan edukasi," katanya.
Pada Rabu (15/1) lalu, banjir bandang meluluhlantakkan Kota Manado, ribuan warga mengungsi, rumah penduduk serta fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah, bencana juga menelan korban jiwa.
Pemerintah daerah memperkirakan kerugian pascabencana mencapai Rp1,8 triliun rupiah.***3***
Pewarta : Oleh Karel A Polakitan
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
