
Batok Pala Jadi Komoditi Baru Ekspor Sulut

"Pada Maret 2014, negara pembeli batok pala itu yakni Vietnam dan Italia sebanyak 31,2 ton dengan sumbangan devisa 10.948 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng, di Manado, Kamis.
Manado, 10/4 (Antara) - Batok pala menjadi andalan baru komoditas ekspor Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyusul semakin gencarnya permintaan dari berbagai negara terhadap produk tersebut.
"Pada Maret 2014, negara pembeli batok pala itu yakni Vietnam dan Italia sebanyak 31,2 ton dengan sumbangan devisa 10.948 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng, di Manado, Kamis.
Batok pala atau kulit pala dibeli pasar luar negeri karena ternyata sangat baik untuk menjadi bahan perawatan tubuh, makanya beberapa negara terus mengajukan permintaan membeli komoditas ini.
Dikatakan, munculnya permintaan terhadap komoditas ini sangat menggembirakan, karena sebelumnya bahan tersebut hanya menjadi sampah yang dibuang percuma, tetapi saat ini mampu menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut Febby Karambut mengatakan dengan diekspornya batok pala, kini sudah tiga jenis komoditas tersebut merambah pasar luar negeri.
"Tiga jenis komoditas pala yang mampu merambah pasar luar negeri yakni biji pala, fuli dan batok pala," kata Febby.
Pala merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Sulut yang secara kontinyu merambah pasar luar negeri dan menjadi penyumbang devisa cukup dominan bagi daerah.
"Setiap bulan terjadi ekspor pala ke berbagai negara seperti Belanda, Jepang, dan berbagai negara Eropa lainnya," katanya.
Guna mendorong ekspor pala terus bertumbuh ke depan, katanya, perlu dilakukan peremajaan tanaman pala pada petani di berbagai daerah sentra produksi utama.
Harga pala biji di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya sebesar Rp100 ribu per kilogram dan pala fuli Rp120 ribu per kilogram, katanya.
Pewarta :
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
