Logo Header Antaranews Manado

Manado tuan rumah Asia Media Summit 2013

Rabu, 14 November 2012 19:39 WIB
Image Print
Freddy Tulung saat menghadiri acara Perum LKBN Antara di Jakarta. (Foto : Dok.) (1)
"Terkait dengan media literasi dan perkembangan teknologi informasi, saat ini siapapun bisa menjadi pembuat berita dimanapun tempatnya," katanya.

Manado, (Antara Sulut) - Kota Manado, Sulawesi Utara, akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asia Media Summit (ASM) ke X pada 29 hingga 30 Mei 2013.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Freddy H Tulung mengemukakan hal itu di Manado, Rabu, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti media massa di Manado, Makassar, dan kalangan akademisi.

Freddy mengatakan ASM diselenggarakan oleh Asia Pacific Institute for Broadcasting Development (APIBD) yang merupakan kolaborasi dari negara-negara anggota, partner, dan organisasi internasional.

"APIBD saat ini memiliki anggota dari 46 negara dan sekitar seratus `broadcaster`," katanya.

Menurut Freddy, ASM bakal membahas isu-isu terkait penyiaran, "content", etika, teknologi, dan isu-isu strategis di tingkat lokal.

Freddy mengatakan pihaknya telah memetakan tema yang akan dibahas menjadi empat isu, yakni "media and diversity", peran media dalam konteks pembangunan kemandirian bangsa, media literasi dan etika media.

"Para `founding fathers` telah mengangkat keanekaragaman sebagai unsur pemersatu bangsa. Sedangkan saat ini konflik meningkat tajam karena lemahnya kohesi sosial. Apakah ini masih relevan ?," katanya.

Dalam konteks pembangunan kemandirian bangsa, Freddy mempertanyakan peran media. "Dalam konteks Sulut mungkin menarik, apakah toleransi hanya menjadi domain keluarga dan sekolah," katanya.

Terkait media literasi, ujar dia, sekarang ini tidak ada lagi sensor, pembredelan dan penutupan media sehingga media bisa melakukan yang dikenal dengan "self cencorship".

"Terkait dengan media literasi dan perkembangan teknologi informasi, saat ini siapapun bisa menjadi pembuat berita dimanapun tempatnya," katanya.

Sedangkan tentang etika media, Freddy mengatakan organisasi kewartawan sudah memiliki kode etik jurnalistik, sedangkan blogger belum ada yang mengatur.

Diskusi dilanjutkan dengan meminta pendapat media dan akademisi yang hadir, diantaranya dari Makassar TV, Pacific TV, LKBN Antara Sulut, TVRI Sulut, Beritamanado.Com, Tribun Manado dan akademisi Universitas Sultan Agung Semarang dengan moderator Teguh Imawan, tenaga ahli Ditjen IKP. @antarasulutcom



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026