Logo Header Antaranews Manado

80 persen penduduk Sulut sakit gigi

Kamis, 1 November 2012 19:51 WIB
Image Print
ilustrasi pemeriksaan gigi dan mulut (ANTARA/Anis Efizudin) (.)
sekitar 1,8 juta dari di 2,3 juta penduduk Sulut pernah mengalami karies gigi," kata Wowor, di Manado, Kamis.

Manado, (Antara Sulut) - Sekretaris Program Studi Kedokteran Gigi Unsrat Manado Dokter Vonny Wowor mengatakan, 80 persen penduduk Sulawesi Utara (Sulut) mempunyai pengalaman penyakit gigi.

"Jadi sekitar 1,8 juta dari di 2,3 juta penduduk Sulut pernah mengalami karies gigi," kata Wowor, di Manado, Kamis.

Wowor menjelaskan, rata-rata warga yang bermasalah dengan gigi tersebut memiliki lima gigi berlubang, yang disebabkan oleh banyak faktor.

"Sebenarnya dulu penyakit gigi itu penyebabnya adalah karena kuman atau sejenisnya, tetapi sekarang menjadi sakit karena perilaku," kata Wowor.

Menurut Wowor disebut sebagai penyakit karena perilaku, sebab kebersihan mulut yang kurang baik, atau kurang mampu melakukan pemeliharaan gigi yang kurang baik.

Wowor mengatakan, sebenarnya penangananya sangat sederhana yakni dengan menyikat gigi, minimal dua kali sehari, pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, dan harus dengan cara yang benar.

Wowor mengakui memang sakit gigi itu sering dianggap enteng karena tak sampai membuat orang mengalami penderitaan, tetapi sebenarnya hal itu menurunkan kualitas hidup seseorang.

"Kalau dibiarkan sampai parah, akan berdampak secara fisik dan psikologis, pada anak-anak membuatnya berkirangnya waktu belajar dan dewasa hilang waktu bekerja," kata Wowor.

Karena itu Wowor mengingatkan seluruh warga Manado untuk melakukan pemeliharaan gigi dengan benar, yakni dengan memeriksakannya setiap enam bukan sekali jangan hanya pada saat sakit saja, supaya tetap terkontrol keadannya.
(guntur/@antarasulutcom)



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026