Logo Header Antaranews Manado

Tinggi gelombang perairan Talaud empat meter

Rabu, 22 Agustus 2012 21:15 WIB
Image Print
Ilustrasi Ombak (Foto ANTARA) (.)

Manado, (Antara Sulut) - Tinggi gelombang di sekitar perairan Kabupaten Kepulauan Talaud hingga ke pulau terluar seperti Pulau Miangas dan pulau terluar lainnya mencapai empat meter pada beberapa hari belakangan ini.

"Beruntung kondisi pada dua hari atau tiga hari ini sudah mulai mereda, meski tinggi gelombang bervariasi hingga empat meter," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Utara, Parlindungan Tampubolon, di Manado, Rabu.

Dia mengatakan, pada saat tim pembebasan tanah Bandara Miangas akan melakukan perjalanan ke Pulau Miangas, Kecamatan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, kondisi gelombang sangat ekstrim dan mencapai hingga enam meter, sehingga transportasi menuju ke pulau Miangas dibatalkan.

Begitupun saat tim akan kembali ke ibu kota kabupaten di Melonguane, kapal harus menunggu waktu tepat melakukan perjalanan, karena gelombang cukup tinggi disertai dengan tiupan angin yang cukup kencang.

Karena itu menurut dia, kondisi seperti ini sempat menghambat alur transportasi menuju ke Pulau Miangas, karena satu-satunya transportasi yang bisa digunakan warga untuk menuju Pulau Miangas, begitu juga sebaliknya dari Pulau Miangas menuju ibu kota kabupaten, adalah kapal laut.

"Tidak ada transportasi alternatif selain kapal laut. Beberapa operator kapal tidak mau mengambil risiko melakukan pelayaran pada saat laut bergelombang tinggi dan angin kencang," kata dia.

Tampubolon kembali mengingatkan agar kapal-kapal yang hendak menuju ke Kabupaten Talaud termasuk ke pulau-pulau terluar seperti Pulau Miangas dan Pulau Marore di Kabupaten Sangihe, tidak memaksakan kapal berlayar pada saat situasi buruk, karena bisa mengakibatkan kecelakaan pelayaran.

"Dan yang tak kalah pentingnya adalah, harus bijaksana. Tunggulah sampai laut reda sehingga bisa melakukan perjalanan. Begitupun sisi kelayakan kapal, jangan diabaikan," Katanya.
(guntur/@antarsulutcom)



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026