
DPRD akan "hearing" Pertamina terkait keluhan Elpiji

"DPRD akan koordinasi dengan Pertamina tentang volume gas tersebut," kata Kumaat menanggapi keluhan warga atas isi elpiji yang terungkap saat reses di Kelurahan Dendengan Dalam Manado.
Manado, 12/8 (Antara Sulut)- DPRD Sulawesi Utara akan memanggil "hearing" atau melaksanakan dengar pendapat dengan Pertamina, terkait keluhan warga atas volume gas elpiji bersubsidi tiga kilogram yang dinilai tidak sesuai.
Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Teddy Kumaat, di Manado, Minggu, mengatakan, akan merencanakan memanggil Pertamina untuk mempertanyakan keluhan warga atas gas elpiji.
"DPRD akan koordinasi dengan Pertamina tentang volume gas tersebut," kata Kumaat menanggapi keluhan warga atas isi elpiji yang terungkap saat reses di Kelurahan Dendengan Dalam Manado.
Teddy Kumaat mengatakan, salah satu solusi supaya masyarakat tidak dirugikan dengan isi tabung gas elpiji tiga kilogram itu adalah penyalur harus menyiapkan timbangan.
Timbangan dipakai tersebut juga harus yang sudah ditera oleh pihak terkait supaya benar-benar ukurannya sesuai.
"Ini merupakan salah satu ide untuk mengantisipasi keluhan warga atas isi elpiji tersebut," kata Kumaat.
Sebelumnya saat reses anggota DPRD, pada Sabtu (11/8), sejumlah masyarakat mengeluhkan tentang isi tabung gs elpiji tiga kilogram yang dijual.
Rustam Haras warga Kelurahan Dendengan Dalam Kecamatan Tikala Manado mengatakan, mempertanyakan isi tabung gas elpiji tiga kilogram tersebut.
"Diperkirakan isi tabung tersebut beratnya tidak sesuai tiga kilogram," katanya.
Rustam menambahkan, hal ini disebabkan gas tersebut cepat habis dipakai hanya dalam waktu yang singkat.
"Baru pakai, dalam waktu tiga hari gas itu sudah habis. Untuk itu perlunya tindakan tegas kepada pengusaha nakal," katanya.@antarasulut.com
Pewarta : Jorie Darondo
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
