Kotamobagu, (Antara Sulut) - Jelang hajatan politik Kota Kotamobagu (KK) tahun 2013 mendatang, warga mulai sandingkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, seperti H Abdul Kadir Mangkat SE Dan Dyane Ansje Merukh SH MH.
Kedua pasangan ini dinilai cukup kuat karena merupakan koalisi pasangan kuning-merah yakni Partai Golkar Dan PDI Perjuangan selaku parpol pemenang pemilu legislatif di KK tahun 2009 lalu.
"Pasangan ini kami anggap layak karena merupakan kader terbaik dari Partai Golkar Dan PDIP, bahkan mereka adalah figur-figur Baru yang cukup merakyat," ujar Yamin Mamonto, warga Kotamobagu Timur.
Ia menilai, warga KK saat ini mendambakan pemimpin baru yang mampu membawa KK kearah yang lebih maju, sehingga warga menjatuhkan pilihan kepada pasangan Kadir-Dyane yang memiliki latar belakang pengusaha sukses.
"Dengan bermodalkan sebagai pengusaha sukses, pasangan Kadir-Dyane dianggap mampu melakukan perubahan di KK," katanya.
Untuk kendaraan kedua kandidat nanti, Mamonto menilai sudah tidak ada masalah karena baik Partai Golkar maupun PDI Perjuangan, keduanya sama-sama bisa mengusung kandidat di Pilwako. "Sebaiknya koalisi Kuning - Merah bisa di patenkan untuk mengusung kandidat," pungkasnya.
Sebelumnya pengurus PDI Perjuangan, KK Wanto, mengisyaratkan adanya rencana koalisi PDIP Dan Golkar di Pilwako KK. "Kami sedang menjajaki koalisi Antara Golkar-PDIP dalam rangka mengusung kandidat di KK," katanya.
Hal ini juga mendapat respon positif dari kader sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Bolmong, Yanny Ronny Tuuk STh. Menurutnya jika wacana koalisi bisa terwujud maka Pilwako pasti satu putaran. "Kalau koalisi ini terwujud, saya garansi pasti pemenang," ujar Tuuk yang juga Wakil Bupati Bolmong. @antarasulutcom.

