Manado, (Antara Sulut) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Manado dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan, akan melakukan pembinaan pada pengrajin batik di daerah itu.
"Kami akan berkoordinasi untuk membina para pengrajin yang bisa mengerjakan batik Manado, baik berupa batik bentuk tulis, cap atau cetak," kata Kepala Disparbud Manado, Peter Assa, di Manado, Selasa.
Assa menegaskan, koordinasi untuk membina para pengrajin batik ini harus segera dilakukan, karena sekarang pesanan terhadap kain dengan corak khas Manado, sudah berdatangan ke sini.
Menurut dia, dengan membina pengrajin untuk mengerjakan pesanan batik Manado ini, maka pengelolaannya akan berjalan dengan baik dan bisa membantu usaha kecil di Manado.
"Kami juga perlu menegaskan meskipun pembuatan batik Manado ini melibatkan pihak ketiga, tetapi hak patennya tetap milik Pemerintah Kota Manado," kata Assa.
Assa menambahkan, selain pengrajin atau pengusaha kecil, koperasi PKK Manado juga bisa menjadi alternatif yang akan ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan pembuatan, supaya bisa memenuhi pesanan yang berdatangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manado Fanny Sirang mengatakan, dalam pengembangan batik Manado, pemerintah daerah punya kewajiban untuk melakukan promosi dagang serta menjual kain dengan corak khas daerah ini.
"Selain memasarkan produk tersebut, kami juga bertugas untuk memberikan pelatihan bagi seluruh pengrajin, supaya mahir dalam mengerjakan batik tersebut," kata Sirang.
Corak batik Manado mengambil kekhasan dari daerah ini seperti kerukunan umat beragama yang digambarkan dalam bentuk rumah-rumah ibadat, karang-karang, dan ikan coelacanth sebagai ikon kota ini.
(guntur/@antarasulutcom/T.KR-JHB/B/M031/M031) 26-06-2012 18:00:42

