Guru besar marketing dari MarkPlus Consulting, Hermawan Kartajaya, dalam sebuah forum di Manado, mengungkapkan berulang kali di hadapan peserta seminar kalau di kalangan muslim ada ungkapan "Belajarlah hingga ke Negeri China".
Hermawan yang beragama Katholik itu sebenarnya ingin mengungkapkan pernyataan Nabi Muhammad SAW "Utlubul ilma walau bisin,". Kalimat Bahasa Arab ini kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah "Tuntutlah Ilmu Walau Di Negeri China".
Ungkapan ini dalam khazanah pengetahuan Keislaman dikenal dengan "hadist". Dari hadist ini tersirat kalau kedigdayaan ekonomi China sebenarnya sudah diprediksi sehingga kita perlu belajar dari negara tirai bambu tersebut.
Spirit senada dilakukan oleh mahasiwa Magister Manajemen Angkatan XX Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Sebanyak 37 orang mahasiswa konsentrasi marketing dan sumber daya manusia dengan didampingi tiga orang dosen melakukan "overseas company visit" selama lima hari ke Hongkong - Macau - Shen Zen (RRC) dengan transit di Singapura.
Kunjungan dengan menggunakan Rachmat Tour ini tidak sekedar pesiar, namun mahasiswa melakukan pengamatan dan wajib menyampaikan laporan di kelas. Laporan juga akan direkomendasikan ke Unsrat dan pemerintah daerah setempat terutama Pemprov Sulawesi Utara.
Direktur Magister Manajemen Unsrat Manado, Dr Lisbeth Mananeke SE MS, mengatakan saat kunjungan mahasiswa melakukan pengamatan terhadap kota yang dikunjungi dan melakukan presentasi dari apa yang telah dilihat.
Presentasi kelompok dilakukan saat perjalanan di dalam bus secara bergantian kemudian dilanjutkan di dalam kelas. Tidak hanya itu, mahasiswa juga wajib membuat laporan pribadi.
"Yang diamati meliputi penataan objek wisata, faktor kebersihan, faktor keamanan, transportasi, penerangan, telekomunikasi. Kemudian dari aspek manajemen meliputi perencanaan, organisasi dan pelaksanaan," kata dosen marketing tersebut.
Selain itu mahasiswa juga dilakukan pengamatan dari sisi marketing, SDM, bisnis internal, manajemen sistem informasi dan keuangan.
Lisbeth mengatakan mahasiswa MM Unsrat sudah tujuh kali melakukan "overseas company visit" dan kunjungan ini wajib diikuti untuk persyaratan pengajuan tesis.
Asisten Direktur MM Unsrat, Prof Bernhard Tewal SE ME yang juga menyertai rombongan mengatakan dengan mengunjungi negara lain mahasiswa diharapkan bertambah wawasannya, kemudian sisi positifnya bisa diterapkan di Tanah Air, terutama di Manado.
"Kami berharap para mahasiswa yang mengikuti `overseas company visit` menjadi pemimpin dan melakukan perubahan ditempatnya masing-masing. Melalui kunjungan ini diharapkan mahasiswa mempunyai pengalaman bisnis internasional dan manajemen perkotaan," kata calon Rektor Unsrat tersebut.
Saat kunjungan tersebut mahasiswa merasakan betul bagaimana obyek wisata dan atraksi wisata dikemas sedemikian menarik, menyaksikan pengelolaan sistem transportasi secara moderen dan melihat penataan infrastruktur kota yang teratur.
Penataan Obyek Wisata
Baik Macau, Hongkong maupun Shen Zen (RRC) sama-sama memiliki obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Obyek wisata tersebut bisa berupa peninggalan masa lalu seperti peninggalan masa Portugis, atraksi pertunjukkan kesenian maupun obyek wisata moderen.
Kendati merupakan wilayah teritori yang berbeda, ketiga wilayah tersebut mudah terjangkau dengan naik ferry yang beroperasi selama 24 jam.
Macau terletak 70 km sebelah barat daya Hongkong, dahulunya merupakan wilayah jajahan Portugis di daratan Cina sejak abad ke 16. Pada 1999 pemerintahan Portugal menyerahkan kedaulatan terhadap Macau, dan berubah menjadi Daerah Administratif Khusus RRC.
"Macau dikenal sebagai kota judi dengan banyaknya tempat kasino di gedung-gedung yang menjulang tinggi seperti Las Vegas di Amerika Serikat.
Macau saat ini memiliki 34 kasino," ujar Peter, pemandu wisata di Macau.
Saat berada di Makau, mahasiswa melakukan pengamatan melalui "city tour" ke The Venetian, City of Dream dan Dragon Treasure kemudian ke gereja bekas peninggalan Portugis, Ruins St Paul.
The Venetian Macau merupakan sebuah hotel mewah, lengkap dengan casino resort dan pertokoan mewah. Bangunan seluas 980.000 meter persegi ini sangat megah dan menawan.
Bangunan ini merupakan "sister building" dari The Venetian di Las Vegas, yang konsepnya meniru Venesia di Eropa, sebuah wilayah yang terdiri bangunan cantik yang dilewati banyak kanal.
Apabila ingin menyusurinya bisa menggunakan perahu kecil atau Gondola. The Venetian Macao, resmi dibuka Agustus 2007. Sejak itu menjadi salah satu obyek wisata di Asia.
City of Dream dan Dragon Treasure menampilkan tontonan sinar laser multimedia seperti halnya atraksi saat pembukaan Sea Games di Palembang beberapa waktu lalu.
Salah satu mahasiswa MM Unsrat, Auditya Herdana mengatakan pemerintahan Makau mempunyai fokus dalam mewujudkan diferensiasi kotanya.
"Kalau Makau terfokus menjadikan daerahnya seperti apa, yakni kota kasino. Selain itu Makau mempunyai sejarah yang bisa dijual bangunan lamanya maupun suasana kotanya," katanya.
Transportasi saat berwisata di Macau juga tidak menjadi masalah. "Di Macau aku pakai city tour yang `open roof`. Hanya seratus ribu rupiah, kita bisa keliling Macau dan mereka sudah memilihkan obyek wisata yang menarik," kata wisatawan asal Jakarta, Chandrasari.
Chandrasari juga memakai "big bus" yang "open roof" saat berkunjung ke Hongkong. "Di Hongkong jenis dan obyek langsung terlihat di tourism board sehingga kami bisa memilih wisata model apa. Di Hongkong aku juga pakai `big bus` yang `open roof`," katanya.
Dengan "big bus" atap terbuka ini Chandrasary dan keluarganya bisa keliling Hongkong - Kowloon secara murah meriah.
Obyek wisata yang bisa dikunjungi di Hongkong diantaranta ke Avenue of Stars yang menampilkan jejak kaki bintang film ternama, patung lilin Madame Tussauds dan berbelanja di ladies market.
Tentang Hongkong, Konsul Penerangan Sosial dan Budaya Konsul Jendral RI di Hongkong, Nunung Nurwulan, mengakui pemerintah Hongkong cukup agresif dalam memasarkan obyek-obyek wisata di negaranya.
Nunun mengatakan saat ini Hongkong tengah membangun West Kowloon Cultural District yang diharapkan selesai pada 2015 dan pada 2020 siap digunakan.
"Pusat budaya ini akan memberikan kesempatan kepada masing-masing negara untuk menampilkan atraksi budayanya termasuk budaya yang berasal dari Indonesia. Tarian tradisional dilihat sebagai komoditi bisnis, memang mereka menjual kebudayaan tetapi ujung-ujungnya uang," katanya.
Menurut Nunun pihaknya juga aktif pada kegiatan Flower Show di Victoria Park yang diselenggarakan setiap tahun antara 16 Maret hingga 25 Maret. "Kami akan tampil di penutupan acara ini dengan dukungan Kementrian Pariwisata RI," katanya.
Sedangkan objek yang dikunjungi Shen zen adalah Shen zen Imperial Culture Museum dan Splendid China dan China Folk Culture Village yang menampilkan pertunjukkan spektakuler yang dimainkan aktor pilihan dari China daratan.
Dosen MM Unsrat, Dr Hendra N Tawas SE MSi mengapresiasi pengelolaan wisata di tiga wilayah tersebut. "Sulut sebenarnya memiliki kekayaan wisata yang tidak kalah menarik kalau dikelola dengan baik," katanya.
Belajar Infrastruktur
Hongkong kotanya kecil. Kota ini banyak memiliki jalan, jembatan buatan hingga terowongan dibawah laut yang menghubungkan Hongkong - Kowloon. Jembatan di Hongkong didesain tahan dua bencana yakni gempa bumi dan angin typhoon.
Menurut pemandu wisata, Howard Yeung, kalau badai tropis angin typhoon datang kendaraan dilarang melewati jembatan.
warga Hongkong jarang menggunakan mobil pribadi dan lebih memilih angkutan umum seperti Mass Transit Railway (MTR) dan bus double decker (bus tingkat).
"Menggunakan angkutan umum bagi warga Hongkong lebih murah dan lebih nyaman," ujar pemandu wisata dari SL Travel Co Ltd tersebut.
Hongkong menerapkan disiplin ketat. Warga yang memiliki mobil pribadi dan parkir di luar garis yang ditentukan polisi lalu lintas, mobilnya akan disita dan dilepang oleh Kementrian Perhubungan.
Saat ini pemerintah Hongkong tengah melaksanakan "blue print" MTR super cepat antar lintas wilayah. MTR super cepat 380 Kilometer per jam Hongkong - Guang Zo ditargetkan selesai 2016, MTR Hongkong - Beijing ditargetkan selesai 2020, sedangkan Hongkong - Washington ditargetkan 2030.
Bangsa Indonesia lebih bersyukur karena memiliki sumber daya alam yang melimpah sedangkan Hongkong tidak memiliki sumber daya alam. Air dan listrik diimpor dari Ghuang Zo dan Shen Zen yang menggunakan tenaga nuklir.
Karena kelangkaan sumber daya alam tersebut, kamar tempat menginap mahasiswa MM yakni Regal River Side, tidak disediakan air mineral dan mesti membeli di toko seperti seven eleven minimal tiga dollar Hongkong.
Keterbatasan lahan juga membuat apartemen di Hongkong menjadi sangat mahal. Penduduk rata-rata tinggal di apartemen dengan luas hanya 50 meter persegi sehingga jarang mengundang rekan untuk berpesta.
"Selain seafood yang mesti segar, ayam dan lainnya disembelih di luar Hongkong," ujar Howard.
Menurut Howard, warga Hongkong jarang masak di rumah karena menurut mereka memasak di rumah rugi. "Upah Minimum Regional (UMR) di Hongkong 33 dollar Hongkong per jam, sedangkan dengan 30 Hongkong dollar bisa makan di restoran," katanya.
Karena mahalnya UMR di Hongkong tersebut banyak TKI berbondong-bondong ke Hongkong.
Menurut catatan Konsul Jenderal RI di Hongkong, populasi WNI di Hongkong menempati urutan teratas dari jumlah warga negara asing di negara tersebut, dengan jumlah mencapai 156 ribu orang atau sekitar dua persen dari jumlah penduduk.
Hongkong merupakan pusat jasa bisnis dan keuangan, pusat jasa bisnis dan profesional serta pusat wisata. Pada 2011 tercatat ada 42 juta warga negara asing yang melakukan kunjungan ke Hongkong.
Penataan infrastruktur yang tidak kalah menarik ada di Kota Shen Zen. Di kota ini banyak gedung bertingkat, taman dan jalan raya yang lapang.
"Kota Shen Zen dibangun oleh Bapak Deng Xioping untuk mengimbangi kemajuan Hongkong. Kami mesti berterima kasih kepada Bapak Deng Xioping," kata pemandu wisata, Asiang.
Kota Shenzen dikenal dengan pusat perdagangan barang asli tetapi palsu. Pemerintah menjiplak barang dengan kualitas yang hampir sama.

