
Kebakaran Hanguskan Empat Bangunan Di Manado

"Kondisi itu menyebabkan kembang api 'terbang' ke arah tidak menentu karena terbakar, membuat warga takut mendekat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Hery.
Manado, (Antara Sulut) - Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (24/12) malam, sekitar pukul 22.00 Wita menghanguskan empat buah bangunan di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Keempat bangunan yang terletak di Kelurahan Malalayang II Lingkungan III tersebut, antara lain digunakan sebagai bengkel las, bengkel sepada motor serta dua buah kios lainnya.
Lurah Malalayang II Noldy Domu, di Manado mengatakan, diduga api berasal dari sebuah kendaraan yang berada di sekitar lokasi itu.
Saat kejadian itu, ketika mengeluarkan bahan bakar minyak jenis bensin dari mobil itu, ternyata terjadi korslet aliran listrik pada kendaraaan tersebut.
Api kemudian menghanguskan kendaraan tersebut dan dengan cepat menjalar ke bangunan warung atau kios lainya yang menjual bensin yang letaknya dekat dengan mobil yang terbakar itu.
Kobaran api begitu cepat dan menghanguskan keempat bangunan yang terbuat dari kayu dan tripleks tersebut.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," kata Noldy.
Heri warga di sekitar lokasi tempat kejadian perkara mengatakan, tiba-tiba mendengar suara teriakan yang menyebutkan ada kebakaran.
Mendengar suara itu kemudian sejumlah warga menuju ke arah lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
Tetapi warga yang sebelumnya berniat menolong, namun tidak bisa ke tempat itu karena kembang api yang berada di lokasi tersebut ikut terbakar.
"Kondisi itu menyebabkan kembang api 'terbang' ke arah tidak menentu karena terbakar, membuat warga takut mendekat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Hery.
Pantauan ANTARA, kebakaran tersebut, sempat memacetkan arus kendaraan yang melewati jalur Malalayang.
Sejumlah petugas polisi tampak turun ke TKP untuk mengatur arus lalu lintas serta melakukan pemeriksaan di lokasi itu.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado menurunkan sejumlah kendaraan pemadam serta personel untuk memadamkan api tersebut.
Pewarta : Jorie Darondo
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
