
Bank Sulut Pelopori BPD Card

Manado, (Antaranews) - Bank Sulut menjadi bank pelopor dan bank pertama yang menggunakan logo BPD Card. Di samping dapat meningkatkan efisiensi investasi, BPD Card juga mengoptimalkan interoperabilitas, sehingga kartu debit BPD manapun dapat digunakan lebih luas pada ajaringan BPD Card.
Upaya Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) memantapkan langkah menuju regional champion terus dikembangkan, salah satunya melalui jaringan debit BPD Card. Jaringan ini memungkinkan nasabah menggunakan kartu ATM-nya sebagai kartu debit yang berfungsi untuk alat pembayaran pada jaringan merchant BPDSI dengan logo BPD Card.
Disamping dapat meningkatkan efiisiensi investasi, BPD Card juga mengoptimalkan interoperabilitas sehingga kartu debit BPD manapun dapat digunakan lebih luas pada jaringan BPD Card. Semangat menuju regional champion ini sangat dirasakan oleh Bank Sulut, yang baru-baru ini memperluat basis pelayanannya melalaui kerja sama jaringan debit BPD Card dengan PT Indonesia Smart Card (ISC) selaku penyedia jaringan system debit dan merchant BPD card.
Ini merupakan sejarah dan kami mendukung sepenuhnya kerja sama jaringan debit BPD Card Bank Sulut yang memiliki nilai sangat tinggi, kata Direktur Eksekutif Asbanda, Nazwar Nazir sesuai menyaksikan penandatanganan yang dilakukan Direktur Utama Bank Sulut Jeffry Wurangian dan Direktur Eksekutif ISC, Cok Kasenda.
Bank Sulut dinilai sebagai pelopor BPD Card dan menjadi bank pertama yang menggunakan logo BPD Card. Melalui logo ini diharapkan dapat menyatukan infrastruktur dan semangat memiliki bagi setiap anggota BPDSI.
Dengan kerja sama ini kita menargetkan akan memperkuat layanan electronic banking yang sedang kami persiapkan, ujar Wurangian.
Bank yang baru-baru ini meraih penghargaan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop & UKM) karena pertumbuhan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)-nya yang pesat; itu berharap langkah Bank Sulut ini dalam menerapkan BPD Card dapat diikuti BPD lain. Kami mengharapkan BPD bersatu agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ikutlah langkah Bank Sulut, tukas Nazwar Nazir.
Kinerja 2010
Sebelumnya Jeffry Wurangian memaparkan kinerja Bank Sulut dimana laba bersih 2010 bertumbuh 115,47% dibanding 2009. Dikatakan perekonomian Sulawesi Utara pada 2010 tumbuh rata-rata 7,3%, di atas nasional. Faktor lain yang ikut mendorong tetap memabaiknya kinerja bank ini adalah perbaikan sarana teknologi dan informasi yang otomatis menambah fee based income perusahaan.
Seluruh jaringan kantor Bank Sulut kini terintegrasi secara online, sehingga nasabah dapat menikmati layanan SMS dan internet banking. Kami juga bekerja sama dengan sejumlah bank untuk layanan ATM untuk memberikan kenyamanan kepada nasabah, tambahnya.
Bank yang pada tanggal 3 Juni mendatang akan meperingati ulang tahun ke-50 ini pada kurun waktu 2010 menyalurkan kredit sebesar Rp 3,04 triliun atau bertumbuh 36,03 % didbanding 2009 dan mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 2,90 triliun atau bertumbuh 29,93%. Dia menambahkan indicator-indikator rasio perseroan tahun lalu masih sangat bagus. Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 86%,Capital Adequacy Ratio (CAR) 12,8% dan non performing loan (NPL)0,98 %.
Tak hanya itu, untuk memenangi persaingan di pasar perbankan yang semakin ketat, Bank Sulut terus melakukan efisiensi, sehingga bunga kredit perseroan bisa terus diturunkan menjadi sekitar 9,75 % - 12,5% dari sebelumnya mencapai 18 %. Caranya antara lain dengan memperbesar dana tabungan yang berbunga rendah.
Bank Sulut, kata Wurangian, terus mengembangkan bisnisnya ke berbagai wilayah. Saat ini Bank Sulut mempunyai 43 kantor cabang di mana 37 di antaranya berada di Sulut dan Gorontalo dan sisanya tersebar di Jawa.
Kami optimis cabang-cabang di luar ini bisa berkembang. Buktinya, selama 2010, enam kantor cabang di Jawa ini mampu menghimpun DPK senilai Rp 900 miliar, kata dia.
Pewarta :
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
