
Muswil PPP Sulut Ricuh

Manado, (Antara News) - Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulut, sempat mengalami kericuhan antar pendukung calon ketua, disaat pelaksanaan pembukaan yang dihadiri langsung Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali dan Wagub Sulut, Djauhari Kansil.
Kericuhan terjadi di dalam ruangan Hotel Peninsula Manado, Jumat, disaat kelompok calon ketua PPP Sulut, Yusuf Mooduto dihadang para Satgas PPP untuk tidak masuk pada pembukaan Muswil tersebut.
Kericuhan tersebut membuat para peserta dan tamu Muswil PPP Sulut langsung berhamburan keluar, karena sudah terjadi aksi adu jotos.
Kejadian itu bermula dari salah satu calon ketua DPD PPP, Yusuf Mooduto hendak memasuki ruangan Muswil bersama puluhan pendukung dari Kabupaten Bolaang Mongondow, namun dihadang para satgas PPP dengan alasan sementara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Tidak diterima dengan hadangan itu, pendukung Mooduto berteriak dan mengamuk karena ada anggapan sengaja dihalang-halangi untuk tidak ikut Muswil.
Aksi tersebut berujung adu jotos, baik dari dalam ruangan hingga keluar halaman atau tempat parkir, menyebabkan beberapa anggota pendukung Mooduto dan Satgas berlumuran darah.
Tindakan itu baru bisa berhenti, setelah beberapa kepolisian berpakaian preman langsung melerai dan melarikan sejumlah pendukung Mooduto ke kantor polisi, guna mendapatkan pengamanan.
"Tindakan ini sangat memalukan, karena partai yang sangat disegani malah harus ada adu jotos," ujar Madzabulla, salah satu kader PPP yang mengikuti Muswil itu.
L Gobel, salah satu pengurus PPP Sulut menilai, kehadiran Mooduto sebenarnya bukan lagi peserta Muswil, karena dirinya sudah dipecat dari Ketua PPP Bolmong akibat melawan aturan organisasi partai.
"Pada Pilkada Gubernur Sulut lalu, Mooduto mendukung calon lainnya. Sementara PPP sudah pada keputusannya mendukung calon gubernur pada waktu itu SH Sarundajang," ujarnya.
Pelaksanaan Muswil itu tetap berlangsung hingga akhir, dan Suryadharma Ali berpesan agar PPP mampu memainkan peran lebih baik dengan mendekatkan diri pada kepentingan rakyat.
Pewarta :
Editor:
Basrul Haq
COPYRIGHT © ANTARA 2026
