Bitung, (Antaranews) - Pesta adat Tulude Bitung akan berlangsung 30 Januari di masing-masing kecamatan, karena sudah merupakan kesepakatan Pemerintah Kota Bitung.
Sekretaris panitia pesta adat Tulude, Audy Pangemanan, Minggu mengatakan, gelar adat tulude ini akan di laksanakan pada Minggu, 30 januari yang akan diupacarakan pada setiap kecamatan, dengan pemimpin negeri yaitu para camat yang ada di delapan kecamatan.
"Jadi, undangan yang hadir diatur langsung oleh masing-masing camat, sehingga diharapkan seluruh masyarakat kota Bitung menghadiri pesta rakyat tersebut dengan penuh kebersamaan," ungkapnya.
Pangemanan menjelaskan, gelaran atau pesta adat Tulude sebagai upacara ritual masyarakat Sanger Talaud dan Sitaro, yang merupakan kegiatan ucapan syukur kepada Mawu Sanger Talaud dan juga telah di momenkan oleh Pemerintah Ruata Ghenggona Langi (Tuhan Maha Kuasa) yang dilaksanakan setiap 1 Januari, sesuai Peraturan Daerah tahun 1995 Pemerintah Kabupaten Kota Bitung sebagai hari raya besar.
Dalam upacara adat Tulude ini, ungkap Pangemanan, ada berbagai acara adat yang dilakukan, mulai dari pembuatan kue adat (Tamo) di rumah seorang tokoh adat semalam sebelum hari pelaksanaan upacara.
Kemudian persiapan-persiapan pasukan pengiring, penari tari gunde, tari salo, tari kakalumpang, tari empat wayer, kelompok nyanyi masamper, penetapan tokoh adat pemotong kue adat tamo, penyiapan tokoh adat pembawa ucapan Tatahulending Banua, tokoh adat pembawa ucapan doa keselamatan dan seorang tokoh pemimpin upacara yang disebut mayore labo.
Selanjutnya penyiapan kehadiran tembonang ubanua (pemimpin negeri sesuai tingkatan pemerintahan pelaksanaan upacara seperti kepala desa/lurah, camat, bupati/walikota atau gubernur), bersama wawu boki (isteri pemimpin negeri) serta penyebaran undangan kepada seluruh anggota masyarakat untuk hadir dengan membawa makanan sebagai acara Saliwangu Banua (pesta rakyat/makan bersama), kata Pangemanan.
Sementara itu, pembina perayaan hari-hari besar Kota Bitung, Edison Humiang yang saat ini sebagai Plt Sekkot Bitung, mengatakan tujuan dilaksanakannya pesta adat Tulude pada masing-masing kecamatan, agar kegiatan atau pesta tersebut tidak hanya di satu tempat saja melainkan dapat dirasakan oleh banyak orang.
"Kalau acaranya dilaksanakan pada masing-masing kecamatan, akan lebih kental rasa persaudaraannya bagi masyarakat Kota Bitung, lebih khusus masyarakat Nusa Utara," ungkapnya.
Humiang mengatakan bahwa waktu-waktu lalu difokuskan pada satu tempat, namun saat ini akan dibuat berbeda yang bertindak sebagai pemimpin dalam pesta adat Tulude yaitu masing-masing camat.

