Logo Header Antaranews Manado

Tim Kampanye SVR : Quick Count Bukan Acuan

Rabu, 4 Agustus 2010 06:20 WIB
Image Print

Manado, (Antara News) - Tim kampanye calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Stevanus Vreeke Runtu (SVR) menilai hasil akhir quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia Denny J.A, bukan menjadi acuan pemenang Pilkada 3 Agustus 2010.

"Mereka hanya mengambil sampel 316 TPS, sementara total TPS se Sulut sebanyak 4.525, berarti tidak semua terakomodir," kata Ketua Harian Tim Kampanye SVR-Marlina Moha Siahaan, Ruben Saerang, di Manado, Selasa.

Tim Kampanye SVR tetap mempercayai hasil rekapitulasi manual dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang dimulai perhitungannya tingkat TPS, Panitia Pemilihan Kecamatan hingga tingkat provinsi.

Hanya saja pihaknya tetap menghormati survei dilakukan dua lembaga itu secara ilmiah, hanya memang belum menjadi jaminan dan bisa saja rawan hasil seperti kasus Pilkada di Kabupaten Ketapang dan lain tempat.

"Jika hasil akhir quick count SH Sarundajang sekitar 31-32 persen, sementara SVR sekitar 25-27 persen, bisa rawan karena ada eror dan bakal menurun dibawah 30 persen, sehingga peluang dua kali lari," katanya.

Tim Kampanye SVR sendiri masih terus mendata suara yang masuk di sejumlah daerah basis, seperti Kabupaten Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kota Kotamobagu, Minahasa dan beberapa daerah lain.

Berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan LSI pimpinan Deny JA, pasangan Sinyo Harry Sarundajang (SHS) - Djouhari Kansil (DK) unggul dengan perolehan 32,74 persen.

Posisi berikutnya diraih pasangan SVR-Marlina Moha Siahaan (MMS) dengan perolehan 24,08 persen, kemudian Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Henny Wulur (HW) sebanyak 22,47 persen, disusul pasangan Ramoy Markus Luntungan (RML) dan Hamdi Paputungan 20,30 persen. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026