
Panwas Bitung Antisipasi Serangan Fajar

Bitung, (Antara News) - Panitia Pengawas Kota Bitung mengantisipasi "serangan fajar" selama tiga hari saat masa tenang, menjelang Pemilihan kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 3 Agustus 2010.
Herry Ruruh, anggota Panwas Kota Bitung, di Bitung, Sabtu, mengatakan, pihaknya terus memantau situasi di Kota tersebut, terutama kepada para tim sukses yang hendak melakukan serangan fajar.
"Saat ini belum ditemukan tindakan yang merusak citra demokrasi tersebut, seperti membagi-bagikan uang atau sesuatu yang berbentuk barang kepada masyarakat," katanya.
Herry Ruruh menambahkan, tapi tidak menutup kemungkinan akan terlihat sehari menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adanya serangan fajar, dan bila ditemukan, akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, tindakan ataupun inisiatif dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam membangun demokrasi menjadi lebih baik.
"Harusnya masyarakat juga tidak terpengaruh dengan iming-iming yang pada akhirnya mencederai demokrasi. Jangan sampai masyarakat sudah mengetahui, tapi tidak melaporkan kepada kami," katanya.
Sampai saat ini kata Ruruh, Panwas terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dengan memberikan pemahaman tentang demokrasi.
"Sosialisasi tersebut melibatkan tokoh Agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada umat dan warga supaya menjalani pelaksanaan pesta demokrasi dengan baik," kata Ruruh.
Ruruh mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama membangun demokrasi, karena demokrasi mahal harganya dengan memilih figur yang layak dalam memimpin daerah itu.
Sulawesi Utara akan menggelar Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur yang diikuti empat pasang calon, masing-masing Ramoy Luntungan-Hamdy Paputungan, Stevanus Runtu-Marlina Moha Siahaan, Elly Lasut-Henny Wulur serta Sinyo Sarundajang-Djouhari Kansil. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
